URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Jalan utama di Desa Wiru, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang yang menghubungkan Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan mengalami ambles parah pada Kamis dini hari, 22 Mei 2025 pukul 00.00 WIB. Peristiwa ini melibatkan warga setempat dan pemerintah daerah, termasuk Kepala Dinas PU Bina Marga Jateng, Hanung Triyono. Kejadian berlangsung di kawasan rawan pergerakan tanah dan diperparah oleh hujan serta struktur tanah yang labil.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jalur Penghubung Bringin-Kedungjati Ambles Satu Meter, Lalu Lintas Dialihkan

Jalur Penghubung Bringin-Kedungjati Ambles Satu Meter, Lalu Lintas Dialihkan

Jalur Penghubung Bringin-Kedungjati Ambles Satu Meter, Lalu Lintas Dialihkan

Pengendara melintasi jalur penghubung Bringin-Kedungjati yang ambles sedalam 1 meter, Kamis (22/5/2025). Foto: win
Pengendara melintasi jalur penghubung Bringin-Kedungjati yang ambles sedalam 1 meter, Kamis (22/5/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Jalan utama di kawasan Desa Wiru, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang yang menghubungkan dengan Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan mengalami ambles parah, Kamis (22/5/2025) pada pukul 00.00 WIB dini hari. Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba setelah sebelumnya muncul tanda-tanda pergerakan tanah sejak sore hari.

Pantauan di lokasi, lajur yang longsor telah ditutup. Kendaraan yang melintas hanya bisa menggunakan satu lajur sehingga dilakukan rekayasa berupa buka tutup.

Menurut keterangan Kus Hermanto (40) salah seorang warga sekitar, tanah ambles secara mendadak tanpa didahului oleh penurunan bertahap. Menurutnya kawasan tersebut memang rawan pergerakan tanah, dengan kondisi tanah yang labil dan adanya retakan-retakan di sekitar lokasi kejadian.

“Di bagian bawah itu kan juga ada tanda-tanda retakan, ada patahan-patahannya. Memang sering terjadi kalau musim hujan, jadi memang ya ditimpa (cor) terus begitu setiap kali ada kejadian seperti ini,” ujarnya dijumpai di lokasi, Kamis (22/5/2025).

Langkah sementara yang dilakukan adalah dengan menimbun bekas longsoran agar dapat dilalui kendaraan.

“Pertolongan sementara ya diuruk. Kalau tidak ditambahin (tanah uruk) tidak bisa lewat, putus jalurnya,” sambungnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa amblesan semakin parah dalam dua hari terakhir.

“Awalnya hanya turun sekitar 15 cm, namun sekarang sudah mendekati 1 meter,” urainya.

Sebagai langkah awal, pihaknya telah melakukan pengurukan parsial agar lalu lintas tetap dapat berjalan meskipun secara terbatas. Selain itu, rekayasa lalu lintas telah diterapkan bekerja sama dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat.

“Pengalihan arus dari Tuntang ke arah Gubug bisa melalui Tol Bawen-Exit Gayamsari-Mranggen-Gubug, atau yang dari selatan bisa melalui Sruwen-Karanggede-Karangrayung-Godong,” paparnya.

Penanganan permanen diperkirakan akan menggunakan metode sheet pile atau bore pile karena kedalaman bidang geser mencapai 12 meter.

“Kami perkirakan panjang perbaikan mencapai 50 meter dengan estimasi anggaran mencapai Rp4 miliar,” jelasnya.

Untuk jangka pendek, selama empat hari ke depan, kendaraan ringan masih diperbolehkan melintas dengan hati-hati, namun kendaraan berat diminta menghindari jalur tersebut.

“Material agregat kelas A akan digunakan untuk memperkuat struktur jalan sementara,” ungkapnya.

Hanung juga menyebut bahwa amblesan di lokasi ini berpotensi terus terjadi karena kondisi tanah yang berlapis-lapis dan rentan terhadap pergeseran. Oleh karena itu, pihaknya akan mengusulkan penanganan permanen dalam perubahan anggaran tahun ini.

“Paling lambat masuk dalam anggaran 2026,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan