KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Jelang Hari Raya Idul Adha, Babinsa Reksosari Panen Rejeki. Apa yang Terjadi?

Jelang Hari Raya Idul Adha, Babinsa Reksosari Panen Rejeki. Apa yang Terjadi?

Jelang Hari Raya Idul Adha, Babinsa Reksosari Panen Rejeki. Apa yang Terjadi?

Foto Arief Rasika
Sertu Agus Wijayanto Babinsa Reksosari saat menunjukkan sapi dikandang miliknya

[@]Babinsa Reksosari, kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, Sertu Agus Wijayanto panen rejeki. Pasalnya Agus, selain bertugas sebagai Babinsa, Ia juga mempunyai pekerjaan sampingan yaitu memelihara Sapi untuk kemudian dijual kembali saat Idul Adha nanti.

Kepada Rasika FM, warga dusun Ngayon, desa Reksosari Suruh ini mengaku beternak Sapi selain hobi dirinya juga ingin memberikan contoh kepada anak muda didesanya agar giat berusaha dan tidak malu jadi petani.

Bahkan Disela-sela tugasnya sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa), dirinya tidak canggung melakoni pekerjaan sebagai peternak sapi. Pekerjaan sampingan yang beromzet ratusan juta itu sudah dijalaninya sejak lima tahun terakhir.

Babinsa yang bertugas di Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang ini secara rutin setiap pagi dan sore mencari rumput untuk pakan sapi. Hal itu dilakukan karena dirinya sendiri yang mengelola ternak sapi itu.

“Saya begitu bangun tidur habis salat subuh itu sudah cari rumput untuk dikasih makan (sapi). Kemudian apel di kantor dan kegiatan di desa, jam 3 selesai, kita kembali lagi ke rumah, cari rumput lagi untuk makan sapi,” terang Sertu Agus saat ditemui di kandang sapinya (6/6/2023).

Diakuinya motivasi berternak ini tidak hanya soal keuntungan ekonomi. Namun juga ingin mengajarkan kepada pemuda sekitar agar tidak malu berternak sapi.

“Kita hidup itu selalu berusaha, tidak hanya mengandalkan satu titik. Ini kan sampingan. Yang penting halal,barokah,” jelas dia.

Agus menceritakan, awalnya dia memulai usaha ternak sapi hanya satu ekor saja pada tahun 2018. Kemudian dari hasil keuntungan penjualan penggemukan sapi itu, kemudian dibelikan lagi beberapa sapi lebih yang kecil. Sehingga saat ini sudah ada memiliki 9 sapi.

“Sampai saat ini saya belum pernah saya jual sapi untuk keperluan apa gitu. Dari sapi saya larikan ke sapi lagi,” ungkapnya.

Pantauan Rasika FM, Mendekati hari raya Idul Adha ini sapi milik Sertu Agus sudah terjual habis. Pembeli sapi miliknya hanya dari warga sekitar. Oleh karena itu, dia tidak mematok harga yang tinggi.
Sapi miliknya dijual mulai dari Rp 20 juta sampai Rp 25 juta.

Sementara itu, salah seorang pembeli sapi Jumadi mengaku memilih sapi milik Sertu Agus karena harganya lebih murah. Dirinya mencari sapi untuk kurban dari pemerintah desa dan kelompok warga yang rombongan untuk kurban sapi.

“Kualitasnya ini bagus, harganya untuk penawaran pak Agus babinsa ini masih terjangkau. Masih dibawah dari pada harga pasar,” ungkap Jumadi.

Menurutnya, sebagai warga Desa Reksosari, Sertu Agus perlu dicontoh karena selain sebagai Babinsa juga berternak sapi. Hal itu juga memudahkan masyarakat jika membeli sapi untuk kurban tidak perlu jauh-jauh.

– Jumadi pembeli sapi
– Sertu Agus saat diwawancarai Rasika FM

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Kontingen Kabupaten Semarang mengakhiri Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di peringkat ke-10 dengan raihan 25 medali emas, 30 perak, dan 32 perunggu. Meski belum mencapai target 30 emas, hasil tersebut meningkat dibandingkan Porprov 2023. Cabang olahraga karate menjadi penyumbang terbanyak dengan tujuh medali emas.
Lampaui Hasil 2023, KONI Kabupaten Semarang Akhiri Porprov XVII di Peringkat 10
Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Polres Salatiga menggelar serah terima jabatan sejumlah pejabat di Pendopo Widya Qasana Tribrata, Jumat (23/10/2026). AKP Henri Widyoriani mendapat amanah sebagai Kasatres PPA dan PPO Polres Magelang Kota, sedangkan jabatan Kasat Resnarkoba Polres Salatiga diserahkan kepada AKP Joko Iskandar. Pergantian juga berlangsung pada jabatan Kasat Reskrim dari AKP Radytya Triatmaji Pramana kepada AKP Iwan Kristiana.
25 Tahun Bertugas di Polres Salatiga, AKP Henri Geser, Emban Amanah sebagai Kasatres PPA Polresta Magelang.
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
[pekok2]