KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Jelang Lebaran, DPUBMCK Jateng Pastikan Jalan Provinsi Aman Dilintasi

Jelang Lebaran, DPUBMCK Jateng Pastikan Jalan Provinsi Aman Dilintasi

Jelang Lebaran, DPUBMCK Jateng Pastikan Jalan Provinsi Aman Dilintasi

SEMARANG – Dinas Perbaikan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng)  memastikan sejumlah ruas jalan Provinsi aman untuk dilintasi jelang lebaran.

Meski demikian, masih ada sejumlah jalan yang perlu perhatian serius dan kini masih dalam perbaikan dan ditargetkan akan selesai sebelum Lebaran tahun 2022.

Kepala DPU BMCK Jateng, AR Hanung menyebut untuk keseluruhan jalan provinisi rata-rata dalam kondisi baik. Sedangkan beberapa titik yang masih dalam penanganan, dipastikan selesai 15 hari sebelum lebaran.

“Ini untuk menyongsong mudik lebaran. kita pasti akan berusaha keras untuk menyelesaikanya, minimal itu (ruas jalan) sudah aman untuk para pemudik,” kata Hanung saat dihubungi, Kamis (24/3/2022).

Untuk pantauan terbaru jalan provinsi saat ini, lajut dia, ada hujan lebat yang akhir-akhir ini menjadikan sejumlah ruas jalan terdapat genangan. Bahkan, longsor yang terjadi sebelumnya juga berdampak luka ringan pada ruas jalan.

“Maka pemeliharaan penanganan harus segera. Misal ada di Gedung Jati itu ada longsor, jadi ruasnya adalah Gubug Gedung Jati. Memang sebenarnya pada satu titik saja, sekitar 50 meter, tapi itu mengganggu kinerja jalan. Ini kita lakukan perbaikan total karena jalanya (rusak) longsor.  kita lakukan perbaikan, target kami adalah sebelum lebaran H-15 kita akan selesai, jadi tidak masalah,” paparnya

Oleh karena itu, pada ruas jalan yang terendam air akan dilakukan penanganan khusus seperti normalisasi drainase. Pada titik-titik tersebut kebanyakan pada jalan di daerah timur.

“Khusus itu (terendam air) utamanya di daerah timur yang cukup banyak. Seperti di Purwodadi itu, ada di Singget-Doplang-Cepu, tapi ini (Singget-Doplang-Cepu,) pakai DAK (Dana Alokasi Khusus) sudah masuk (aman) dan paket pemeliharaan sudah berjalan,” bebernya.

Lebih lanjut, ruas jalan Surakarta-Gemolong-Geyer di Kalijambe, Kabupaten Sragen juga menjadi perhatian untuk segera ditangani. Pihaknya mengaku sudah bergerak untuk paket reguler perbaikan tersebut.

“Ini teman-teman sudah bergerak untuk paket reguler, tapi kita punya target sebelum ramadan sudah mengoptimalkan kondisi jalan ini agar cukup baik,” katanya.

Sebagai informasi, data yang diperoleh dari DPU BMCK Jateng per Sabtu (19/3/2022) kemarin, total panjang jalan provinsi mencapai 2.404,741 kilometer. Sebagian besar panjang jalan tersebut diklaim baik atau mulus kondisinya.

Lebih rinci, ruas jalan yang dalam kondisi baik 1.871,860 kilometer atau 77,90% dengan total jalan yang rusak sedang 312,125 kilometer atau 12,92%. Dan rusak ringan 220,756 kilometer atau 9,18& dengan tidak ada jalan yang mengalami rusak berat.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Pendidikan menyalurkan insentif kesejahteraan kepada 1.009 guru dan tenaga kependidikan (GTK) Non-ASN dari berbagai jenjang pendidikan, Senin (19/10/2026). Dengan total alokasi anggaran Rp6,642 miliar, bantuan ini menjadi bentuk dukungan terhadap kesejahteraan pendidik. Wali Kota Robby Hernawan juga mendorong penguatan pendidikan karakter, pencegahan perundungan, serta adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi.
Alhamdulillah! Pemkot Salatiga Berikan Insentif 1.009 Guru Non-ASN
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan peran santri dalam menjaga bangsa dan menyiapkan generasi masa depan saat menghadiri Jateng Bersholawat memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tegal, Rabu (21/10/2026). Pemprov Jateng memperkuat dukungan bagi pesantren melalui beasiswa Rp6,8 miliar, insentif guru agama, tali asih penghafal Al-Qur’an, serta bantuan sarana pendidikan pesantren.
Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Dukungan Jateng untuk Pesantren
Sebanyak 337 pembalap cilik berusia 2–9 tahun mengikuti Pushbike Salatiga Heavy Race pada Minggu (18/10/2026). Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sumatera dan Sulawesi. Kompetisi sepeda tanpa pedal ini dibagi berdasarkan kelompok usia dan menjadi ajang untuk melatih keseimbangan, keberanian, konsentrasi, serta mental berkompetisi sejak dini.
Adu Cepat Pushbike, Ratusan Pembalap Cilik Serbu Salatiga
[pekok2]