URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
"Hingga hari ini terus ada order. Pesanan bukan hanya dari dalam kota Salatiga juga, tapi juga merambah hingga Kabupaten Semarang dan sekitarnya,"ujar Dwi Wahyu Astuti (33), owner Awan Kitchen Salatiga

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Lebaran, Pengusaha Kue Kering Awan Kitchen di Salatiga Banjir Pesanan

Jelang Lebaran, Pengusaha Kue Kering Awan Kitchen di Salatiga Banjir Pesanan

Jelang Lebaran, Pengusaha Kue Kering Awan Kitchen di Salatiga Banjir Pesanan

featured-img

Datangnya Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah menjadi berkah tersendiri bagi pengusaha kue kering di Kota Salatiga.

Setelah tahun 2020 – 2021 mengalami penurunan omset akibat pandemi Covid-19, maka tahun ini usaha rumahan pembuatan aneka kue kering mulai bangkit.

Seperti yang dialami Dwi Wahyu Astuti (33), owner Awan Kitchen Salatiga, warga Perum Asabri RT 04 RW 08 Kelurahan Randuacir, Kota Salatiga, Lebaran tahun ini dirinya kebanjiran pesanan kue kering. Tak hanya itu, ibu dua anak ini mengaku juga kebanjiran pesanan aneka snack untuk berbagai acara salah satunya acara buka bersama.

“Alhamdulillah pesanan kue tahun ini meningkat, tahun lalu saat Covid-19 itu omset menurun 50 persen ini alhamdulilah naik lagi,” katanya kepada media 19.4.22

Ia mengaku, pesanan kue sudah mengalir sejak memasuki tiga hari Ramadan. “Hingga hari ini terus ada order. Pesanan bukan hanya dari dalam kota Salatiga juga, tapi juga merambah hingga Kabupaten Semarang dan sekitarnya,”ujar wanita berkelahiran 1987 silam.

Ketika ditanya soal harga, ibu rumah tangga yang akrab disapa Ayu menuturkan jika soal harga menyesuaikan pesanan.”Moto kami usaha saya ini bisa menjadi berkah bagi banyak orang. Jadi soal harga maupun sedikit tidak apa-apa yang itu tadi, berkah,”tuturnya.

Disinggung soal kue favorit yang menjadi kegemaran konsumen, Ayu menyebut ada kue nastar, kastengel, pastel kering dan aneka kue kering lainya.

Bukan tanpa sebab kue buatan Ayu ini bisa mendapat pesanan hingga luar kota. Resepnya, kualitas rasa menjadi utama. “Kalau untuk rasa boleh dijamin, kami pakai bahan nomor satu,”bebernya.

Pemasaran kue kering Ayu juga masih dijalankan secara konvensional, yakni dari mulut ke mulut dan media sosial whatsApp serta Facebook.

Dwi Wahyu Astuti (33), owner Awan Kitchen Salatiga

Ditanya soal omset, Ayu mengungkapkan memasuki bulan Ramadhan ini bisa mencapai jutaan rupiah.

Diberitakan sebelumnya, Ayu memulai bisnis tersebut sejak awal pandemi Covi 19 melanda dunia terkhusus Indonesia. Meski sempat jatuh bangun, baginya bukan menjadi soal asal tidak mudah putus asa.

Selain itu, sejak bisnisnya mulai berjalan dan bangkit tak jarang ia juga sering diundang untuk menjadi mentor dibeberapa tempat.

BACA JUGA :

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Impactful Regional Leadership pada ajang Solopos Best Brand & Innovation Award 2026 di The Alana Solo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (17/7/2026). Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas kepemimpinannya dalam mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta mewujudkan pembangunan kolaboratif yang berdampak bagi masyarakat Jawa Tengah.
Investasi Tumbuh, UMKM Menguat, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta
Pemerintah Kota Salatiga memutuskan menarik surat edaran permohonan bantuan dana untuk peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026. Keputusan yang disampaikan Sekda Muthoin pada Kamis (16/7/2026) itu diambil atas arahan Wali Kota setelah muncul pro dan kontra di masyarakat, dengan tetap menjamin pertanggungjawaban bantuan yang telah diterima serta membuka ruang bagi kontribusi sukarela.
Sempat Gaduh!, Pemkot Salatiga Putuskan Tarik Surat Edaran Permohonan Bantuan Hari Jadi
SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.
PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar