URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang, bekerja sama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, menggelar program pangan aman yang melibatkan sejumlah desa, pasar, dan sekolah. Desa Kenteng di Kecamatan Bandungan dan Desa Rejosari di Kecamatan Jambu ditetapkan sebagai lokasi program Desa Pangan Aman, sementara Pasar Bandungan dan Pasar Warung Lanang di Ambarawa akan menjadi Pasar Pangan Aman berbasis komunitas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kabupaten Semarang Bakal Aplikasikan Program Pangan Aman BBPOM, Ini Lokasinya

Kabupaten Semarang Bakal Aplikasikan Program Pangan Aman BBPOM, Ini Lokasinya

Kabupaten Semarang Bakal Aplikasikan Program Pangan Aman BBPOM, Ini Lokasinya

Penandatanganan berita acara komitmen pelaksanaan program pangan aman BPPOM itu oleh Sekda Djarot Supriyoto dan Kepala BBPOM Lintang Purba Jaya serta para pengelola lokasi program di The Wujil Resort and Conventions, Bergas, belum lama ini. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang bekerja sama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang akan melaksanakan program pangan aman. Sejumlah desa, pasar dan sekolah akan menjadi lokasi program ini. Yakni Desa Kenteng Kecamatan Bandungan dan Desa Rejosari Kecamatan Jambu untuk dijadikan lokasi program Desa Pangan Aman. Sedangkan dua pasar yakni Pasar Bandungan dan Pasar Warung Lanang, Ambarawa akan menjadi Pasar Pangan Aman berbasis komunitas.

“Kami sangat berterima kasih atas komitmen Pemkab Semarang menjalankan salah satu kegiatan prioritas nasional ini,” ungkap Kepala BBPOM Semarang, Lintang Purba Jaya saat acara Advokasi Keterpaduan Keamanan Pangan di Kabupaten Semarang, baru-baru ini.

Selain desa dan pasar, lanjut Lintang, juga terdapat 43 sekolah yang akan mengikuti program pangan aman jajanan anak sekolah.

“Program ini harus sudah dilaksanakan maksimal akhir tahun 2024. Tapi untuk pengawalan selama dua tahun ke depan,” sambungnya.

Sementara Sekda Kabupaten Semarang Djarot Supriyoto saat membacakan sambutan tertulis Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) ini dapat meningkatkan standar keamanan pangan. Sehingga Masyarakat dapat mengkonsumsi makanan yang sehat dan aman.

“Gerakan ini untuk mengurangi risiko cemaran fisik, kimia dan biologi pada makanan yang dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Bupati menegaskan pemberdayaan komunitas yakni ibu rumah tangga, remaja, guru, siswa, penjaja makanan di kantin sekolah serta pedagang pasar harus dilakukan secara intensif. Sehingga gerakan ini dapat berhasil mencapai tujuan.

Sebagai informasi, peserta advokasi berasal dari perwakilan OPD, para Kepala Desa dan perwakilan pengelola pasar yang dijadikan lokasi pelaksanaan program. Sedangkan para pengelola sekolah mengikuti acara secara daring. Pada acara itu pula dilakukan penandatanganan berita acara komitmen pelaksanaan program pangan aman BPPOM itu oleh Sekda dan Kepala BBPOM serta para pengelola lokasi program. (win/Diskominfo Kabupaten Semarang)

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved