URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang menggencarkan pengawasan lalu lintas hewan ternak terutama yang masuk melalui pasar hewan Ambarawa. Hal itu untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kasus PMK Bertambah, Dispertanikap Kabupaten Semarang Perketat Lalu Lintas Hewan Ternak

Kasus PMK Bertambah, Dispertanikap Kabupaten Semarang Perketat Lalu Lintas Hewan Ternak

Kasus PMK Bertambah, Dispertanikap Kabupaten Semarang Perketat Lalu Lintas Hewan Ternak

featured-img

UNGARAN – Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang menggencarkan pengawasan lalu lintas hewan ternak terutama yang masuk melalui pasar hewan Ambarawa. Hal itu untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Semarang.

Belum lama ini, tim Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dispertanikap Kabupaten Semarang kembali melakukan pemeriksaan hewan. Hal itu menyusul indikasi 13 hewan ternak yang terjangkit PMK.

“Kami tengah menangani peternak yang mendatangkan sapi dari luar kota. Lima ekor kami ambil sampelnya dari total 13 ekor sapi. Setelah dicek di laboratorium hasilnya positif terpapar PMK,” ujar Yohana Diah Haruni, Kabid Keswan dan Kesmavet Dispetlrtanikap Kabupaten Semarang, Kamis (19/5/2022).

Dijelaskan Yohana, pihaknya sudah 2 kali menggelar pemeriksaan hewan ternak di pasar hewan Ambarawa. Pada pemeriksaan awal, sudah ditemukan tiga ekor sapi asal Polosiri, Bawen terindikasi PMK.

“Agar tidak menular, kami sarankan untuk membawa hewan tersebut pulang kembali dan kami bisa membantu untuk perawatan lebih lanjut,” ungkapnya.

Untuk langkah selanjutnya tim Keswan dan Kesmavet memberikan edukasi kepada blantik atau peternak agar bisa melakukan pencegahan PMK sejak dini. Bagi blantik atau peternak yang hewan ternaknya terindikasi PMK akan diberikan form persetujuan agar bisa melakukan pengobatan lebih lanjut.

“Apabila mereka berasal dari Kabupaten Semarang akan kami berikan pendampingan untuk pengobatannya,” imbuhnya.

Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang, Wigati Sunu menuturkan dari pemeriksaan klinis kali kedua yang dilakukan di pasar hewan Ambarawa, terdapat tiga peternak yang dilakukan pendampingan oleh tim Keswan dan Kesmave karena ada indikasi hewan ternak mereka terpapar PMK.

“Untuk mencegah penyebaran kami lakukan penyemprotan disinfektan kendaraan pengangkut dan kandangnya. Selain itu, kami juga berikan obat secara gratis,” jelasnya

Meski hingga saat ini belum ada laporan kematian hewan ternak akibat PMK, pihaknya mengimbau kepada para peternak agar bisa mengenali gejala klinis PMK terhadap hewan ternaknya.

“Hal ini penting agar jika ditemukan kondisi hewan dengan ciri-ciri PMK bisa segera melapor ke tim Keswan dan Kesmavet yang tersebar di enam kecamatan sehingga bisa ditagani sedini mungkin,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan