RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kecelakaan Maut Di Makodam Semarang, Pemotor Asal Lamper Alami Luka Parah Di Kepala

Kecelakaan Maut Di Makodam Semarang, Pemotor Asal Lamper Alami Luka Parah Di Kepala

Kecelakaan Maut Di Makodam Semarang, Pemotor Asal Lamper Alami Luka Parah Di Kepala

SEMARANG – Kecelakaan maut terjadi di jalan Perintis Kemerdekaan atau tepatnya di depan Makodam IV Diponegoro, Kecamatan Banyumanik Kota Semarang pada Rabu (29/12/2021) sekira pukul 02.00 WIB.

Akibat insiden lalu lintas itu, pengendara motor bernama Hari Cahyono (44) warga Lamper Mijen RT 6 RW 5, Kecamatan Semarang Selatan meninggal dunia di lokasi kejadian karena mengalami luka parah di kepala.

“Usoa dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban dibawa ke RSUP Kariadi untuk proses lebih lanjut,” ujar Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit kepada wartawan.

Ia menjelaskan, kejadian itu bermula ketika korban mengendarai motor supra warna hitam bernomor polisi H-6772-HM melaju dari arah Selatan (Pudak payung) menuju ke arah Utara (Sukun).

Sesampainya di lokasi, karena diduga kurang fokus, korban menabrak kendaraan tak dikenal yang berada di depannya sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Usai tabrakan, motor korban mengalami kerusakan parah dibagian depan. Sementara kendaraan lainnya yang terlibat insiden tak berada di lokasi kejadian setelah insiden tersebut.

Proses evakuasi jenazah korban dibantu oleh relawan Kota Semarang bersama petugas Satlantas Polrestabes Semarang.

Sementara itu, kecelakaan tunggal dialami pemotor di Jalan Woltermongisidi atau tepatnya di Samping Masjid Baitul Muttaqin Kecamatan Genuk Kota Semarang pada pukul 06.15 WIB.

Belum diketahui identitas pemotor tersebut. Saat ini Unit Laka Polrestabes Semarang bersama Anggota Lantas Polsek Genuk sedang melakukan pemeriksaan terhadap kejadian itu.

“Satu korban mengalami luka ringan, tidak meninggal. Keterangan saksi motor di standingkan kemudian oleng, stang kiri mengenai pohon,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran