KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kemenkumham Jateng Ingatkan Peran Penting Masyarakat Untuk Pengungkapan Kejahatan Internasional

Kemenkumham Jateng Ingatkan Peran Penting Masyarakat Untuk Pengungkapan Kejahatan Internasional

Kemenkumham Jateng Ingatkan Peran Penting Masyarakat Untuk Pengungkapan Kejahatan Internasional

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kantor Wilayah (Kanwil) Jateng mengingatkan peran penting masyarakat untuk pengungkapan kejahatan internasional.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Divisi Keimigrasian (Kadivim) Kemenkumham Kanwil Jateng, Wishnu Daru Fajar saat acara evaluasi dan penguatan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di HOM Hotel Semarang, Rabu (7/12/2022).

Wisnhu mengatakan, selain aparat penegak hukum, peran masyarakat mulai dari RT RW juga bisa ikut andil dalam mengungkap pelanggaran yang dilakukan oleh orang asing atau warga negara asing (WNA) di Indonesia khususnya di Jawa Tengah.

Dirinya meminta kepada masyarakat apabila melihat WNA yang mencurigakan untuk melaporkan ke aplikasi SEMPOA (Sistem Pelaporan Orang Asing) milik Kantor Imigrasi Semarang yaitu Si Semar Layak yang bisa didownload di playstore.

“Jadi peran dari bawah itu (RT RW) dibutuhkan dalam hal pengawasan orang asing apalagi di wilayah Semarang ini ada sebuah aplikasi Sempoa itu bisa dimanfaatkan. Kita dulu juga ada aplikasi yang bisa dimanfaatkan oleh siapapun untuk melaporkan keberadaan orang asing. Untuk bisa seperti itu kan orang harus malalui diberikan pemahaman bahwa orang asing harus apa, izin tinggalnya gimana lalu upaya-upaya sosialaisasi upaya-upaya diseminasi juga kita lakukan baik dari tingkat paling bawah sampai aparat penegak hukum yang lain,” ujar Wishnu didampingi Kepala Imigrasi Kelas 1 TPI Semarang, Guntur Sahat Hamonangan kepada wartawan.

Wishnu mengatakan, masyarakat mulai bisa melaporkan ketika menemukan adanya orang asing yang menetap di suatu tempat dalam jangka panjang dan tidak bersosialisasi. Hal ini, lanjut Wisnhu, sangat membantu aparar penegak hukum untuk menindak oranh yang melanggar peraturan.

“Sinkron saja sebetulnya, beberapa waktu lalu itu ada di beberapa tempat misalnya ada orang asing menyewa sebuah kontrakan. Dia (WNA) masuk di suatu tempat gak keluar-keluar lagi dan RTnya curiga lalu itu bisa melaporkan ke kita, kan itu bisa mengungkap,” jelasnya.

“Timpora juga dibuat sampai tingkat Kecamatan sampai tingkat Kelurahan jadi artinya arus informasi itu kepada kita lancar. Karena kita kalau bekerja sendiri tidak mungkin SDM (sumber daya manusia) kita kekurangan, prasarana juga kekurangan,” lanjutnya.

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]