KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ketiga Kalinya Pabrik Briket CV Prime Diva Patemon Terbakar, Penyebabnya Diduga dari Mesin Oven

Ketiga Kalinya Pabrik Briket CV Prime Diva Patemon Terbakar, Penyebabnya Diduga dari Mesin Oven

Ketiga Kalinya Pabrik Briket CV Prime Diva Patemon Terbakar, Penyebabnya Diduga dari Mesin Oven

Pabrik Briket CV Prime Diva di Patemon, Tengaran, Kabupaten Semarang mengalami kebakaran pada Selasa (7/11/2023) pagi akibat mesin oven yang terlalu panas. Menurut keterangan Komandan Regu Pos PMK Tengaran, Kisworo, percikan api dari mesin oven menjadi penyebab sementara kebakaran, yang berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran tanpa laporan korban jiwa.
Foto dok IST
Petugas damkar saat memadamkan api di Pabrik Briket CV Prime Diva Patemon selasa 7.11.2023 pagi

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Pabrik Briket CV Prime Diva Patemon Terbakar. Pabrik briket yang terletak di Dusun Jetis, Desa Patemon, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengalami kebakaran pada Selasa (7/11/2023) pagi.

Kepada wartawan, Komandan Regu Pos Pemadam Kebakaran (PMK) Tengaran, Kisworo, menyatakan bahwa kebakaran di CV Prime Diva Briket desa Patemon diduga disebabkan oleh mesin oven yang terlalu panas, yang memunculkan percikan api.

“Penyebab sementara kebakaran karena mesin oven yang terlalu panas. Oleh pekerja, ruangan oven tersebut sudah berupaya dipadamkan namun tidak berhasil. Sampai PMK datang ke lokasi kejadian,” ungkap Kisworo.

Menurut keterangan saksi mata, Anton, seorang karyawan, kebakaran terjadi ketika mesin oven briket mengalami overheating selama proses pembakaran, dan upaya pemadaman awal menggunakan 2 apar berukuran 6 kg dan air tidak berhasil. Akibatnya, api membesar hingga menyebar ke atap di sekitar oven.

Informasi menyebutkan bahwa petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api sekitar pukul 08.37 WIB, tanpa ada laporan korban jiwa atau luka dalam kejadian ini. Meskipun kerugian materi akibat insiden ini belum dihitung secara rinci, pemadaman berjalan dengan lancar dan aman.

Pantauan rasikafm.com kejadian kebakaran di pabrik briket areng milik Bardi ini sudah yang ketiga kalinya. Terakhir kebakaran terjadi pada 24 Agustus lalu.

Terpisah Kepala Satpol PP dan Damkar kabupaten Semarang, Anang Sukoco menghimbau agar pelaku industri lebih waspada akan bahaya kebakaran dimusim kemarau ini. “Miliki APAR, gunakan Kabel SNI, berikan Pelatihan Kedamkaran buat pegawainya dan patuhi keselamatan dan aturan yang ada” ujar Anang melalui pesan singkatnya.

Kabar Terkini

POPULER

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
[pekok2]