URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Masih ditemukannya siswa SMP yang belum mampu membaca menjadi perhatian Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang. Ketua Dewan Pendidikan Djoko Sriyono mengungkapkan kondisi ini terjadi di Kabupaten Semarang pada Januari 2026, dipicu faktor keluarga, ekonomi, kebijakan kurikulum, serta minimnya layanan dan guru inklusi, sehingga diperlukan pembenahan sejak jenjang SD dengan penanganan khusus.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Miris! Masih Ada Siswa SMP di Kabupaten Semarang Belum Bisa Membaca, Sekolah Dinilai Belum Ramah Inklusi

Miris! Masih Ada Siswa SMP di Kabupaten Semarang Belum Bisa Membaca, Sekolah Dinilai Belum Ramah Inklusi

Miris! Masih Ada Siswa SMP di Kabupaten Semarang Belum Bisa Membaca, Sekolah Dinilai Belum Ramah Inklusi

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang, Djoko Sriyono. Foto: win
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang, Djoko Sriyono. Foto: win
Featured Image

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Fakta masih adanya siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Semarang yang belum mampu membaca menjadi sorotan serius Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang. Kondisi tersebut banyak ditemukan pada siswa kelas VII yang sejatinya sudah menempuh pendidikan dasar selama enam tahun.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang, Djoko Sriyono, mengungkapkan hal itu dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kurangnya perhatian orang tua saat di jenjang Sekolah Dasar (SD), kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu, hingga latar belakang keluarga yang tidak utuh.

“Masuk sekolah belum bisa baca tulis itu ada. Karena mungkin dari SD kurang perhatian dari orang tua. Ternyata yang tidak bisa baca itu rata-rata dari keluarga tidak mampu, ada yang ikut neneknya, orang tuanya broken,” jelas Djoko di Ungaran, Rabu (14/1/2026).

Ia juga menyoroti kebijakan kurikulum sebelumnya yang tidak memperbolehkan siswa tinggal kelas. Akibatnya, siswa tetap naik jenjang meskipun kemampuan literasinya belum tuntas. Diakui, mayoritas siswa yang belum bisa membaca merupakan siswa inklusi. Menurutnya, penanganan siswa inklusi membutuhkan pendekatan khusus serta tenaga pendidik yang memiliki kompetensi di bidang bimbingan konseling atau psikologi.

“Kalau siswa umum itu diajari bisa, tapi yang inklusi lamban sekali. Anak inklusi harus ditangani khusus oleh guru inklusi, tidak boleh disambi. Harus ada pendamping dari guru berlatar belakang BK, psikolog, atau guru SLB,” tegasnya.

Ia mencontohkan praktik baik di salah satu SD di Kabupaten Semarang yang dinilai mampu mengelola layanan inklusi secara optimal. Namun, kondisi berbeda ditemukan di tingkat SMP, di mana siswa inklusi sering dijadikan satu dengan siswa reguler sehingga pembelajaran tidak berjalan maksimal.

“Sekolah di Kabupaten Semarang itu belum ramah inklusi. Karena itu kami mengusulkan adanya layanan inklusi dan layanan disabilitas khusus untuk anak sekolah,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Dewan Pendidikan mendorong perubahan mindset pembelajaran melalui inovasi dan pengelompokan siswa sesuai kebutuhan. Namun, Djoko mengakui keterbatasan sumber daya manusia menjadi tantangan utama, terutama kekurangan guru akibat pensiun dan rangkap tugas.

“Kita harus benahi dari SD dulu karena itu dasar. Kalau dasarnya bagus, jenjang berikutnya insyaallah bagus,” ujarnya.

Ia juga menyinggung persoalan penataan guru, termasuk guru honorer yang tidak lolos seleksi PPPK namun masih tercatat di Dapodik. Menurutnya, kesejahteraan guru tersebut masih jauh dari layak.

“Guru yang digaji dua juta, bahkan paruh waktu satu juta, kesejahteraannya kalah dengan pegawai SPPG yang setiap hari dapat seratus ribu. Gurunya tidak dihargai,” ungkap Djoko.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening menegaskan pihaknya mendorong peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh. Ia mengakui adanya indikasi penurunan kualitas pendidikan di Kabupaten Semarang.

“Kalau penyebab siswa belum bisa membaca itu tidak hanya karena Covid-19. Ada faktor siswa inklusi dan faktor lainnya,” kata Bondan.

Menurutnya, siswa inklusi seharusnya mendapatkan metode pembelajaran tersendiri dan diajar oleh guru yang memiliki kompetensi khusus. Namun, keterbatasan jumlah guru inklusi menjadi persoalan serius.

“Kita tidak punya guru inklusi, atau kalau ada jumlahnya sangat sedikit. Tidak semua sekolah di Kabupaten Semarang memiliki guru inklusi,” ujarnya.

Bondan menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan orang tua. Jika masih ditemukan siswa yang belum mampu membaca di jenjang SMP, menurutnya, hal tersebut menunjukkan adanya persoalan yang harus segera dibenahi bersama.

“Sekolah dan pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah dan orang tua. Artinya, ada yang salah dan harus segera diperbaiki,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengajak pelajar di Salatiga bersepeda ke sekolah saat peresmian SMA Sainstek, Senin (13/4/2026), guna membangun kesadaran lingkungan dan pola hidup sehat. Sekolah juga diminta menerapkan program 3R serta penghematan energi sebagai bagian budaya ramah lingkungan.
Resmikan SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga, Abdul Mu’ti Ajak Pelajar Naik Sepeda ke Sekolah
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengimbau siswa mengerjakan Tes Kemampuan Akademik di SMP Plus Al Ittihad, Kabupaten Semarang, Senin (13/4/2026), dengan jujur dan percaya diri karena tidak menentukan kelulusan. TKA digunakan untuk mengukur kemampuan akademik dan evaluasi peningkatan kualitas pendidikan.
Mendikdasmen: TKA Bukan Penentu Kelulusan, Siswa Diminta Jujur dan Percaya Diri
SMA Sainstek Ahmad Dahlan di Salatiga akan diresmikan Mendikdasmen Abdul Mu'ti pada Senin (13/4/2026) di Jl. Joko Tingkir. Sekolah di bawah Muhammadiyah ini hadir untuk memenuhi kebutuhan pendidikan berbasis sains dan teknologi dengan fokus riset serta pembentukan karakter religius.
Besok! Mendikdasmen bakal Resmikan SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Semarang, Eko Lesmono, menyampaikan aspirasi kepada Komisi X DPR RI dalam dialog pendidikan di Kabupaten Semarang, baru-baru ini. Ia mendesak perlindungan guru masuk RUU Sisdiknas Prolegnas 2026 serta percepatan penyelesaian tenaga non-ASN melalui pengangkatan ASN dan penataan berbasis kebutuhan daerah.
PGRI Kabupaten Semarang Usulkan Perlindungan Guru Masuk RUU Sisdiknas

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

JANGAN LEWATKAN:

Lima tempat dimsum di Ungaran, Kabupaten Semarang, menjadi rekomendasi favorit pecinta kuliner. Rasika memperkenalkan ragam inovasi dimsum kekinian yang populer di kalangan masyarakat. Dimsum lezat ini disajikan dengan beragam varian rasa dan topping unik melalui layanan offline maupun ojek online.
Bikin Ngiler! Berikut 5 Rekomendasi Dimsum di Ungaran
Rasika memberikan panduan bagi masyarakat untuk tetap menjalani masa tua dengan sehat dan bahagia. Artikel ini membahas pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, tetap bersosialisasi, menekuni hobi positif, serta memperkuat ibadah sebagai kunci menghadapi pertambahan usia dengan penuh rasa syukur dan semangat hidup.
Umur Semakin Bertambah? Ini Tips Agar Tetap Positif di Masa Tua
Soto Kare Reksa di Salatiga menjadi kuliner legendaris sejak 1942, warisan keluarga Sofyan yang masih mempertahankan resep tradisional dengan kuah santan dan sandung lamur khas. Berlokasi di gang belakang bekas Bioskop Reksa, warung ini tetap ramai dikunjungi pecinta kuliner dari berbagai daerah karena cita rasanya yang autentik.
Soto Kare Reksa Salatiga Sensasi Kuliner sejak 1942
Etika pengemudi di jalan raya sangat penting untuk menciptakan keselamatan dan kenyamanan bersama. Pengemudi perlu menghormati pejalan kaki dengan berhenti di zebra cross, mengurangi kecepatan di area ramai, tidak berkendara di trotoar, serta memperhatikan anak-anak dan lansia sebagai pengguna jalan paling rentan.
Etika Pengemudi terhadap Pejalan Kaki
Wajib Baca! Bijak di Jalan, Aman di Tujuan Pentingnya Kesadaran Lalu Lintas di Indonesia
Wajib Baca! Bijak di Jalan, Aman di Tujuan: Pentingnya Kesadaran Lalu Lintas di Indonesia
Mudik Lebaran 2026 Mobilitas Besar, Antisipasi Maksimal
Mudik Lebaran 2026: Mobilitas Besar, Antisipasi Maksimal

INFOGRAFIS

TERKINI

Polsek Sidorejo memberikan pembinaan kepada 150 siswa SMK Muhammadiyah Salatiga pada Senin (20/4/2026) untuk mencegah tawuran, balap liar, dan konten negatif di media sosial. Kegiatan ini dilakukan melalui sosialisasi, edukasi kamtibmas, serta pembentukan Duta Kedisiplinan guna menciptakan pelajar yang tertib dan bertanggung jawab.
Humanis Namun Tegas. Cara Sarwoko Larang Knalpot Brong di SMK Muhammadiyah Salatiga
Polsek Sidorejo memberikan pembinaan kepada 150 siswa SMK Muhammadiyah Salatiga pada Senin (20/4/2026) untuk mencegah tawuran, balap liar, dan konten negatif di media sosial. Kegiatan ini dilakukan melalui...
Sekda Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro
Pemkab Semarang Atur Strategi Tarik Minat Investor di Tengah Tak Menentunya Situasi Geopolitik Global
Pemkab Semarang menegaskan iklim investasi tetap kondusif di tengah isu geopolitik pada April 2026 di Ungaran. Sekda Valeanto Soekendro menyebut minat investor masih tinggi, didukung langkah pemerintah...
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan meninjau Gebyar UMKM di rumah dinas wali kota, Sabtu (18/4/2026), untuk mendorong promosi produk lokal. Kegiatan bertema “Bersama PKK, UMKM Menyala” ini menghadirkan kuliner, kriya, dan seni tradisional sebagai upaya memperluas pasar serta memperkuat ekonomi kreatif masyarakat.
Gebyar UMKM Salatiga jadi Magnet Ekonomi dan Hiburan Rakyat
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan meninjau Gebyar UMKM di rumah dinas wali kota, Sabtu (18/4/2026), untuk mendorong promosi produk lokal. Kegiatan bertema “Bersama PKK, UMKM Menyala” ini menghadirkan kuliner,...
BPR Syariah Kedung Arto menggelar Balapan Mlayu 2026 di Lakers BSB City Semarang pada Minggu pagi, menghadirkan ribuan peserta dari berbagai kalangan. Ajang lari 3K dan 10K ini bertujuan mendorong gaya hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan, dilengkapi edukasi kesehatan, lomba kostum, serta hadiah menarik bagi peserta.
Balapan Mlayu 2026 Jadi Ajang Silaturahmi dan Promosi Hidup Sehat di Semarang
BPR Syariah Kedung Arto menggelar Balapan Mlayu 2026 di Lakers BSB City Semarang pada Minggu pagi, menghadirkan ribuan peserta dari berbagai kalangan. Ajang lari 3K dan 10K ini bertujuan mendorong gaya...
Truk tronton bermuatan paket milik Shopee terbakar di Tol Solo–Semarang KM 450+100, Minggu (19/4/2026) pagi. Kebakaran dilaporkan pukul 05.45 WIB dan diduga berasal dari percikan api di bak truk. Damkar Salatiga bersama Damkar Semarang memadamkan api hingga pukul 08.12 WIB tanpa korban jiwa.
Truk Paket Shopee Terbakar di Tol Solo–Semarang, Damkar Salatiga Berjuang Padamkan Api
Truk tronton bermuatan paket milik Shopee terbakar di Tol Solo–Semarang KM 450+100, Minggu (19/4/2026) pagi. Kebakaran dilaporkan pukul 05.45 WIB dan diduga berasal dari percikan api di bak truk. Damkar...
Muat Lebih

POPULER

Forum PUSAKA Jawa Tengah membuka call for papers bagi akademisi, peneliti, dan masyarakat di Gedung Bank Indonesia Semarang pada Maret 2026 untuk merumuskan rekomendasi kebijakan ekonomi daerah, dengan pengiriman extended abstract 2.500 kata serta peluang publikasi di jurnal ilmiah bereputasi.
Forum PUSAKA Jateng 2026 Buka Call for Papers, Dorong Rekomendasi Kebijakan Ekonomi Daerah
Pembanggunan Exit Tol Pattimura Salatiga Segera Dilaksanakan, 10 Tahun Perjuangan Fadholi Berbuah Manis
Pembanggunan Exit Tol Pattimura Salatiga Segera Dilaksanakan, 10 Tahun Perjuangan Fadholi Berbuah Manis
Dugaan penganiayaan terhadap seorang wanita di Bandungan, Kabupaten Semarang, viral di media sosial pada Selasa (14/4/2026) setelah video kuasa hukum korban beredar. Peristiwa diduga terjadi di tempat karaoke saat korban dan terduga pelaku mabuk, namun polisi masih menunggu laporan resmi untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
Oknum DPRD Diduga Aniaya Wanita di Bandungan, Ketua Fraksi PPP: Bukan dari DPRD Kabupaten Semarang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved