RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kisah Gus Rosyid, Pengusaha Asal Pringapus yang Sukses Ciptakan Gaun Pesta Berkelas

Kisah Gus Rosyid, Pengusaha Asal Pringapus yang Sukses Ciptakan Gaun Pesta Berkelas

Kisah Gus Rosyid, Pengusaha Asal Pringapus yang Sukses Ciptakan Gaun Pesta Berkelas

Pekerja sedang menjahit gaun pesta di lokasi Fass Production, Desa Jatirunggo, Pringapus, Sabtu (4/1/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Desa Jatirunggo di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, menjadi saksi perjalanan inspiratif Gus Rosyid, seorang perajin gaun yang sukses menembus pasar nasional. Usaha yang ia bangun sejak 2019 kini berkembang pesat, meski awalnya penuh liku, termasuk pernah tertipu hingga harus menjual mobil.

Abdurrosyid, yang akrab disapa Gus Rosyid, bersama istrinya mengelola Fass Production, produsen gaun yang menjadi andalan untuk pesta dan perayaan tahun baru. Pada momen pergantian tahun 2024-2025 kemarin, permintaan membludak hingga mencapai 700 gaun per hari, jauh di atas rata-rata harian 300 gaun.

“Proses pembuatannya tidak mudah karena setiap gaun memiliki model unik. Perajin kami harus memiliki keahlian tinggi untuk menjahitnya dengan presisi,” ujar Gus Rosyid, Sabtu (4/1/2025).

Dengan lebih dari 50 perajin yang digaji di atas rata-rata, Gus Rosyid memastikan setiap gaun dikerjakan secara teliti. Salah satu produk andalan adalah gaun broklat velvet, yang menjadi favorit pelanggan.

Namun, kesuksesan ini bukan tanpa tantangan. Pada awal usahanya, Gus Rosyid pernah ditipu pembeli yang tidak membayar pesanan, mengakibatkan kerugian Rp60 juta.

“Saat itu, saya terpaksa menjual mobil untuk menutup kerugian. Gaun sudah saya kirim, tapi tidak dibayar,” kenangnya.

Kini, Fass Production telah memiliki ratusan model gaun, hasil dari kreativitas desain yang terus dikembangkan. Strategi bisnis juga diubah, dari memenuhi pesanan khusus pelanggan menjadi menawarkan desain yang sudah tersedia, sehingga pembeli harus menyesuaikan pilihan.

“Alhamdulillah, pemasaran melalui berbagai platform daring dan media sosial telah menjangkau konsumen di seluruh Indonesia,” sambungnya.

Gus Rosyid berharap keahlian para perajinnya dapat menjadi bekal jika mereka ingin membuka usaha sendiri.

“Semoga mereka bisa sukses, baik tetap bersama kami maupun mendirikan bisnis sendiri,” tutupnya.

Seorang perajin gaun di sana, Irianti (40), mengaku bahwa dirinya bekerja sambil belajar membuat berbagai macam gaun.

“Ini soalnya kan beda-beda terus, ya, setiap modelnya. Pertama dipahami dulu, dipelajari caranya, kemudian baru langsung menjahit,” katanya. (win)

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani