KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Komunitas Ijo Lumut Salatiga Bagikan Takjil, Warga Diminta Bawa Tempat Sendiri

Komunitas Ijo Lumut Salatiga Bagikan Takjil, Warga Diminta Bawa Tempat Sendiri

Komunitas Ijo Lumut Salatiga Bagikan Takjil, Warga Diminta Bawa Tempat Sendiri

Anggota Komunitas Ijo Lumut, Kristanto Irawan Putra, membagikan takjil gratis kepada warga di Taman Cerdas Salatiga, dengan cara unik, dimana penerima Takjil harus membawa wadah sendiri.

“Kami membagi takjil berupa kolak kepada siapa pun gratis, namun mereka harus membawa wadah” kata Kris kepada wartawan Kamis (7/4/2022).sore.

Menurut Kris pihaknya Bukan sekedar bagi takjil, namun sekaligus memberi edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan sampah.

“Kalau takjilnya memakai bungkus plastik seperti gelas plastik nanti dapat menambah sampah di lingkungan lagi,” tambahnya.

Syarat bagi warga yang ingin takjil gratis harus membawa tempat sendiri.

“Syaratnya ya harus bawa tempat sendiri, seperti Tupperware atau yang lainnya,” paparnya.

Terlihat antusiasme warga dalam kegiatan ini. Banyak tempat takjil atau Tupperware yang di antrikan.

Kris menambahkan jika sampah di Salatiga saat ini terus menumpuk, Ia berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran para warga akan sampah.

“Kita justru harus belajar berbuat baik untuk lingkungan, terutama TPA Salatiga sudah terbebani oleh sampah. Kalau bisa kita sebagai manusia untuk mengurangi mengurangi,” paparnya.

Samsudi salah seorang warga menjelaskan dengan adanya kegiatan ini dapat sedikit membantu perekonomian.

“Adanya bagi takjil ini dapat sedikit membantu perekonomian. Kegiatan ini juga positif karena ada edukasi tentang sampah juga,” kata Samsudi.

Ia mengaku sering ngabuburit di Taman Cerdas Salatiga karena suasananya yang enak.

“Saya sering ke sini, karena ya suasana lalu tamannya masih bersih dan indah. Buat ngabubirit itu masih enak di sini,” tambahnya. ( rief )

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]