KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kopda Muslimin Bayar Komplotan Penembakan untuk Bunuh Istrinya Pakai Uang Ibu Korban

Kopda Muslimin Bayar Komplotan Penembakan untuk Bunuh Istrinya Pakai Uang Ibu Korban

Kopda Muslimin Bayar Komplotan Penembakan untuk Bunuh Istrinya Pakai Uang Ibu Korban

SEMARANG – Fakta-fakta baru kembali terungkap dalam kasus penembakan istri TNI bernama Rina Wulandari (34). Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, suami korban yaitu Kopda Muslimin yang memerintahkan untuk menghabisi nyawa istrinya ternyata memakai uang ibu korban atau mertuanya untuk membayar komplotan penembakan dan melarikan diri.

Irwan menjelaskan, hal itu diketahui setelah dilakukan pemeriksaan oleh salah satu pegawai Kopda Muslimin yang bertugas merawat burung peliharaannya. Pada saat itu, ketika Kopda Muslimin sedang di rumah sakit usai mengantarkan istrinya untuk mendapatkan perawatan, kemudian saksi tersebut diminta Kopda Muslimin untuk mengambil uang di ibu korban dengan alasan biaya pengobatan.[irp posts=”40432″ name=”Dicurhati Kondisi Keluarga Kopda Muslimin, Gondrong: Selalu Dikekang, Minta Istri Dibunuh”]

“Jadi ketika di rumah sakit itukan saksi yang bertugas merawat burung peliharaan, dia ditelfon oleh Muslimin untuk mengambil uang atau meminta uang kepada ibu mertuanya atau ibu korban untuk biaya rumah sakit,” ujar Irwan di Mapolrestabes Semarang, Rabu (27/7/2022).

“Perintahnya itu ada uang di ibu (ibu mertua) 120 juta agar diantar ke rumah sakit untuk kepentingan biaya rumah sakit,” tambahnya.

Akan tetapi, uang ratusan juta itu dianggap Kopda Muslimin kurang dan saksi tersebut diminta kembali untuk mengambil uang di ibu korban. Pada saat mendapatkan uang kekurangan itu, Kopda Muslimin langsung hilang melarikan diri.

”Kemudian disusul perintah yang kedua, itu 120 juta dari pihak rumah sakit kurang 90 juta. Tapi ternyata 120 itu untuk membayar para tersangka ini kemudian yang 90 untuk melarikan diri,” terangnya.[irp posts=”40406″ name=”Pengakuan Babi Teman Dekat Kopda Muslimin Yang Pertama Kali Diminta Untuk Bunuh Istrinya”]

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0733 Kota Semarang, Letkol Inf Honi Havana mengatakan saat ini pihaknya tengah fokus melakukan pengejaran Kopda Muslimin agar segera mempertanggung jawabkan perbuatannya.”Saat ini statusnya masih Tidak Hadir Tanpa Izin (THTI). Pasti kita pecat kalau terbukti melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Disinggung soal harta kekayaan Kopda Muslimin, Letkol Honi mengaku penyelidikan tersebut akan dilakukan ketika Kopda Muslimin sudah ditangkap.”Tentunya nanti setelah Muslimin ditangkap nanti kita akan penyelidikan kesana (kekayaan). Kalau sekarang kan belum tertangkap,” imbuhnya.

Kabar Terkini

POPULER

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
Warung Murah Berkah di Jalan Nakula Sadewa, Salatiga, menyajikan mangut kepala manyung dan sekitar 20 menu masakan Jawa setiap hari. Warung milik Hariyani ini buka pukul 06.30–14.00 WIB dengan harga terjangkau, mulai Rp5.000, termasuk kepala manyung Rp25.000–Rp40.000, serta ramesan sekitar Rp10.000.
Kepala Manyung Warung Murah Berkah, Solusi Cerdas Dikala Lapar, Harga Bersahabat
[pekok2]