KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Korban Bus Terperosok di Magetan yang Masih Dibawah Umur Mendapat Pendampingan Psikologi

Korban Bus Terperosok di Magetan yang Masih Dibawah Umur Mendapat Pendampingan Psikologi

Korban Bus Terperosok di Magetan yang Masih Dibawah Umur Mendapat Pendampingan Psikologi

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Rombongan bus Semarang terperosok ke jurang Lawu di wilayah Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Minggu (4/12/2022) sekira pukul 11.00 WIB. Bus itu menampung kurang lebih 50 warga dari RT 5 RW 2, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang.

Informasi yang diterima, akibat insiden itu tujuh orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan penumpang lainnya yakni 23 mengalami luka ringan dan 3 penumpang mengalami luka berat.[custom-related-posts title=”Kabar Terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Sejumlah penumpang yang masih dibawah umur juga menjadi korban kecelakaan maut tersebut. Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, anak-anak yang mengalami insiden lalu lintas ini mengalami trauma dan gangguan psikis.

Hal itu, karena selain menjadi korban kecelakaan, anak-anak juga melihat orang-orang atau penumpang lainnya juga menjadi korban luka ringan, berat dan meninggal dunia.

“Tadi saya sudah menyampaikan selain yang luka-luka secara fisik, pasti ada yang trauma utamanya tadi anak anak. Untuk sementara tadi disampaikan ada anak-anak yang menangis dan ada cucu yang trauma,” ujar Ita sapaan akrabnya ketika mengantarkan jenazah ke rumah duka, Senin (5/12/2022) dini hari.

Oleh karena itu, untuk menghilangkan trauma pada korban yang masih dibawah umur, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan mendatangkan psikiater. Proses penyembuhan trauma pada korban akan dilakukan secara bertahp dengan dipantau langsung oleh Pemkot Semarang.

“Tadi saya sudah sampaikan kepada pak Camat untuk besok kita datangkan psikolog dan psikiater untuk mereka agar secara pulih kembali. Karena namanya luka, kaget dan kemudian juga melihat lingkungan sekitarnya meninggal dunia pasti akan terjadi trauma. Itu juga menjadi tanggung jawab kami Pemerintah Kota untuk menyembuhkan,” jelasnya.

“Mungkin lebih untuk karena jika fisik kan diobati dan kelihatan jelas tapi kalau trauma dari anak anak ini harus rutin dilakukan secara bertahap,” tambahnya.

Disisi lain, Ita menyebut PT Jasa Raharja juga telah melakukan pendataan terhadap para korban yang meninggal dunia untuk mendapatkan santunan. Uang santunan akan dikirim setelah dokumen persyaratan sudah lengkap.

“Ada 1 pasangan suami istri yang sudah di transfer ke rekening sebesar Rp. 50 juta masing-masing. Tapi yang empat korban baru menyusul karena rekeningnya bukan rekening ahli waris dan juga bukan rekening yang bisa langsung over booking sehingga bisa diperlukan baru besok pagi. Tapi secara langsung besok akan diterimakan dari Direktur Operasional Jasa Raharja di Balai Kota. Nanti ahli waris akan diundang bersama pak Camat dan teman teman dari Pemkot untuk menyerahkan santunan itu,” terangnya.

Sedangkan untuk korban yang luka-luka, oleh PT Jasa Raharja juga akan membantu biaya pengobatan maksimal Rp. 20 juta. Namun, jika biaya kurang, Pemkot juga akan membantu pembiayaan korban sampai sembuh.

“Kalau ini (dari PT Jasa Raharja) masih kurang akan dilanjutkan dengan BPJS atau kalau tidak punya nanti dari pemerintah ada,” imbuhnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Kepala Desa petahana Nyatnyono, Parsunto, mengembalikan formulir pencalonan Pilkades pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (15/10/2026). Ia kembali maju untuk melanjutkan pembangunan desa dan pengembangan wisata religi yang dinilai belum maksimal. Panitia mencatat delapan orang mengambil formulir, sedangkan tiga bakal calon telah mengembalikannya hingga Kamis pagi.
Parsunto Pilih Hari Terakhir Kembalikan Formulir Pendaftaran Kades Nyatnyono, Berangkat Jalan Kaki Usai Minta Restu Sesepuh
[pekok2]