URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Puluhan Perangkat Desa, LKMD, BUMDES, Tokoh Masyarakat, tokoh Agama, Pemuda dan kelompok perempuan, ikuti kegiatan bimtek yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) di Desa Banyubiru, kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

KPK Gelar Bimbingan Teknis di Banyubiru, Yang Merupakan Desa Anti Korupsi

KPK Gelar Bimbingan Teknis di Banyubiru, Yang Merupakan Desa Anti Korupsi

KPK Gelar Bimbingan Teknis di Banyubiru, Yang Merupakan Desa Anti Korupsi

KPK saat gelar Bimtek di Balaidesa Banyubiru (Poto dok ist)

Puluhan Perangkat Desa, LKMD, BUMDES, Tokoh Masyarakat, tokoh Agama, Pemuda dan kelompok perempuan, ikuti kegiatan bimtek yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) di Desa Banyubiru, kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang.

Kegiatan bimtek ini merupakan tindak lanjut dari terpilihnya Desa Banyubiru sebagai percontohan Desa Anti Korupsi dari 10 Desa di Indonesia pada tahun 2022.

Kepada media ketua Satgas Desa Antikorupsi dari Direktorat Peran Serta Masyarakat KPK RI, Rino Haruno mengatakan kegiatan Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada semua unsur masyarakat di Desa Banyubiru.

“Melalui Bimtek selama dua hari ini kami berharap menambah semangat dan kesadaran antikorupsi di Desa ini,” kata Rino kepada media.

Menurut Rino, Desa sebagai organisasi pemerintahan terkecil di masyarakat menjadi fokus dalam melakukan pencegahan korupsi karena selama ini triliunan dana desa menjadi rentan korupsi jika pengelolaannya tidak baik.

“Ada lima indikator yang menjadi acuan dalam desa antikorupsi, diantaranya tata kelola dana desa dan transparansi,” tambahnya.

Ketua Kementerian Dalam Negeri dan Penyuluh Anti Korupsi dari Inspektorat (KEPAK APIP 33), Zainul Ulum menjelaskan bahwa kehadiran penyuluh antikorupsi akan mendampingi Desa Banyubiru untuk mencapai Desa Antikorupsi secara maksimal.

“kehadiran para penyuluh antikorupsi disini ingin melakukan pendampingan kepada desa, agar semua indikator desa antikorupsi dapat dipenuhi secara maksimal,” kata Zainul.

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan