KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

KPU Salatiga Minta Bacalon Wali Kota Susun visi-misi yang Jelas

KPU Salatiga Minta Bacalon Wali Kota Susun visi-misi yang Jelas

KPU Salatiga Minta Bacalon Wali Kota Susun visi-misi yang Jelas

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga mengingatkan bakal pasangan calon (Bacalon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga untuk menyusun visi-misi yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Salatiga menjelang Pilkada mendatang.
Foto Arief Rasika
Ketua KPU Kota Salatiga Yesaya Tiluata

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga kembali mengingatkan kepada bakal pasangan calon (Bacalon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga yang akan berkontestasi dalam Pilkada mendatang diwajibkan menyusun visi-misi sejalan Rancana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Salatiga.

Ketua KPU Kota Salatiga Yesaya Tiluata mengatakan, kewajiban setiap pasangan calon (paslon) menyusun visi misi sesuai RPJP daerah berdasarkan surat KPU RI tentang sosialisasi.

“Bulan Agustus saat masa pendaftaran setiap calon wajib membawa berkas visi-misi dan itu harus sesuai RPJP daerahnya,” terangnya saat Media Ghatering di RM Joglo Ki Penjawi, Salatiga, Kamis (11/7/2024).

Dikatakan, mengenai surat KPU RI itu KPU Salatiga bakal berkoordinasi dengan Bappeda serta membentuk kelompok kerja bersama Polres, Pengadilan.

Yesaya menyebut, pembentukan tim itu sebagai sarana membangun kesesuaian pencocokan visi-misi sesuai surat KPU RI pada 3 Juli 2024.

“Sedangkan waktu penetapan paslon pada 22 September. Kemudian, selanjutnya waktu pengundian dan penetapan nomor urut pada 23 September,” katanya.

Dia menerangkan, jika kemudian susunan visi-misi setelah dipelajari tim kelompok kerja tidak sama dengan dokumen RPJP Salatiga paslon wajib melakukan revisi.

Yesaya berharap aturan KPU yang mewajibkan visi misi paslon sama dengan susunan RPJP bertujuan akan paslon tidak membuat program kerja sendiri.

“Iya pasti akan direvisi, karena ini penting agar kalau terpilih jangan membuat program kerja sendiri. Tapi, harus berdasarkan panduan RPJP Kota Salatiga,” ujarnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
[pekok2]