URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Bakal calon Wali Kota Salatiga, Thomas Suyanto, memilih mengurangi sampah baliho dengan menggerakkan tim relawan untuk sosialisasi lewat media sosial. Dalam deklarasi relawan Bestine Thomas (Bento) di Warung Sambel Obonk, Salatiga, Thomas menyebut gerakan relawan media sosial ini sebagai bagian dari keseriusannya maju dalam pemilihan Wali Kota.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kurangi Sampah MMT, Thomas Suyanto Gerakkan Bento Sosialisasi Lewat Medsos

Kurangi Sampah MMT, Thomas Suyanto Gerakkan Bento Sosialisasi Lewat Medsos

Kurangi Sampah MMT, Thomas Suyanto Gerakkan Bento Sosialisasi Lewat Medsos

Bakal calon Wali Kota Salatiga, Thomas Suyanto, memilih mengurangi sampah baliho dengan menggerakkan tim relawan untuk sosialisasi lewat media sosial. Dalam deklarasi relawan Bestine Thomas (Bento) di Warung Sambel Obonk, Salatiga, Thomas menyebut gerakan relawan media sosial ini sebagai bagian dari keseriusannya maju dalam pemilihan Wali Kota.
foto dok IST
Deklarasi relawan Bestine Thomas (Bento) di Warung Sambel Obonk, Kota Salatiga, Minggu (7/7/2024)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dalam rangka mengurangi sampah dari baliho atau MMT yang menjadi permasalahan karena tak bisa terurai, bakal calon Wali Kota Salatiga Thomas Suyanto memilih menggerakkan tim relawan untuk sosialisasi lewat media sosial. Hal itu diungkapkan Thomas saat menghadiri deklarasi relawan Bestine Thomas (Bento) di Warung Sambel Obonk, Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Thomas menyebut, gerakan relawan media sosial itu merupakan keseriusan dirinya yang bakal maju dalam kontestasi pemilihan wali Kota Salatiga. Tim tersebut akan melakukan sosialisasi ke masyarakat lewat media sosial.

“Tim itu akan menjadi tim cyber untuk menyampaikan apa yang kami kerjakan. Dan agar masyarakat semakin mengenal kami,” kata Thomas.

Dikatakan, selain sebagai tim relawan medsos nantinya ketika dirinya sudah mendapatkan tiket rekomendasi dan deklarasi menjadi calon Wali Kota, tim tersebut nantinya juga akan bekerja di lapangan secara langsung.

“Karena ini belum ada rekomendasi, jadi sementara relawan ini kami gerakan melalui medsos,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Relawan Bento Hariyanto mengatakan, relawan bento ini terdiri dari berbagai latar belakang masyarakat. Mereka dipilih untuk membantu mensosialisasikan ke masyarakat dengan cara-cara yang lebih kekinian, yakni menggunakan medsos.

“Setiap kelurahan ada 4 orang relawan, jadi sudah terbentuk 92 relawan yang sementara ini akan bekerja lewat medsos,” katanya.

Diakuinya, perkembangan teknologi sekarang ini sosialisasi tak harus menggunakan biaya yang besar dengan memasang baliho di berbagai sudut Kota Salatiga. Namun bisa juga menggunakan cara yang lebih efisien dengan media sosial.

BACA JUGA :

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga