URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Keberadaan Terminal Bus Tingkir di Kota Salatiga kini tidak hanya menjadi tempat transit penumpang, tetapi juga wadah bagi aktivitas kesenian, seperti yang terjadi pada grup keroncong modern Sawoeng Sworo Solotigo yang lahir di terminal tersebut sekitar Mei 2024.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lahir dari Terminal Tingkir, Kelompok Keroncong Modern Sawoeng Sworo Solotigo, Kini Makin Eksis

Lahir dari Terminal Tingkir, Kelompok Keroncong Modern Sawoeng Sworo Solotigo, Kini Makin Eksis

Lahir dari Terminal Tingkir, Kelompok Keroncong Modern Sawoeng Sworo Solotigo, Kini Makin Eksis

Keberadaan Terminal Bus Tingkir di Kota Salatiga kini tidak hanya menjadi tempat transit penumpang, tetapi juga wadah bagi aktivitas kesenian, seperti yang terjadi pada grup keroncong modern Sawoeng Sworo Solotigo yang lahir di terminal tersebut sekitar Mei 2024.
Foto dok IST
Kelompok Keroncong Modern Sawoeng Sworo Solotigo saat tampil mengisi acara
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Keberadaan terminal bus Tingkir dikota Salatiga sekarang bukan hanya untuk bepergian semata. Kini aktifitas kesenian pun bisa lahir.

Seperti yang terjadi pada Sawoeng Sworo, grup keroncong modern. Kelompok musik yang kini eksis itu lahir di terminal tingkir kota Salatiga sekitar bulan Mei 2024.

Kala itu, paska renovasi terminal Tingkir, ada ruangan untuk berkesenian di dekat ruang tunggu penumpang. Beberapa seniman mengisi hiburan. Salah satunya para pecinta keroncong. “Pernah bersama untuk perform di ruang tunggu AKAP, dengan tujuan untuk menghibur para penumpang yang sedang menunggu armada datang,” jelas Agus Taufik, pentolan grup tersebut.

Group ini awalnya hanya di gawangi oleh empat personil, yaitu Agus (pegang cak), Ari (cuk & vocal), Dwi (bass) dan  Edi (biola). Dengan alat seadanya yang pada waktu itu alat masih pinjam dan ada juga yang milik pribadi. Selang beberapa minggu kemudian karena dirasa kurang ramai, maka waktu itu diputuskan untuk menambah personil, yaitu masuknya Totok (gitar), Slamet (vocal) dan Yono (cello).

Dari masukan para anggota pada waktu itu, berkeinginan membuat group music kroncong yang modern agar terlihat tampil beda dengan group-group kroncong lainnya. Maka kemudian beberapa bulan setelahnya bertambah lagi masuk 2 orang yaitu Yopi (drum) dan terakhir adalah Basuki (keybord) sehingga menjadi 9 personil.
Jadi lagu-lagu yang dibawakan tidak murni kroncong asli, tapi bisa juga pop, campursari, ambyaran, bahkan dangdut pun bisa di bawakan oleh group ini.

Nama Sawoeng Sworo Solotigo sendiri mempunyai arti Srawung (Bahasa jawa) yang bermakna berkumpul atau bertemu dengan orang lain. Kemudian Sworo (bahasa jawa) yang berarti suara karena dalam bermusik tentu menimbulkan suara. Serta Solotigo yaitu nama kota tempat lahirnya group Sawoeng Sworo Solotigo ini.

Dikarenakan bermain musik khususnya kroncong itu tidak mudah, maka mulailah melatih skill para personil masing-masing. Mereka latihan di rumah Kusnan di Banjaran kec. Sidomukti Salatiga. Latihan rutin seminggu sekali.

Seiring dengan berjalannya waktu, group ini mulai merambah ke tempat-tempat lainnya seperti di kafe pasar rejosari yang tampil setiap malam Sabtu.

Dan dari sinilah Sawoeng Sworo Solotigo mulai dikenal masyarakat Salatiga dan sekitarnya, hingga akhirnya mulai ada yang nanggap atau menggunakan jasa mereka untuk menghibur. Seperti acara HUT Kota Salatiga, wedding, anniversary, dan event-event lainnya.

Tarif manggung pun sebenarnya tidak terlalu mahal, kalua untuk sekelas group music dengan personil sampai 9 orang, bahkan angka nya pun kadang masih bisa di nego.

Dan perlu diketahui para personil ini pun asli putra daerah dari Salatiga semua.

BACA JUGA :

Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Salatiga menerjunkan 30 anggotanya untuk mendukung pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Ketua PPI Kota Salatiga Aditya Ramadhan menyebut kolaborasi bersama TNI dan masyarakat ini menjadi bentuk pengabdian sekaligus pengalaman perdana yang diharapkan memperkuat semangat gotong royong.
Terjun Langsung Bantu TMMD, PPI Salatiga bantu Kegiatan Kemasyarakatan
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU: Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Proyek wisata Jateng Valley di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, hingga kini belum kembali dilanjutkan setelah terhenti sejak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut disampaikan warga dan pemerintah kelurahan, Senin (3/8/2026), yang berharap pembangunan segera diteruskan agar kawasan kembali hidup, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Mangkraknya Jateng Valley, Warga Menanti Proyek Wisata Kembali Hidup
Sebanyak 250 siswa sekolah dasar dari Solo Raya, Sleman, dan Bantul mengikuti psikotes gratis pemetaan bakat dan minat di Aula Lantai 2 Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Minggu (2/8/2026). Kegiatan kolaborasi Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga, Masyarakat Vokasi (Mavi), dan Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini bertujuan membantu orang tua mengenali potensi, karakter, dan minat anak sebagai dasar pendampingan serta pengembangan pendidikan yang lebih tepat.
250 Anak Antusias ikuti Psikotes Gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved