KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Lantik 866 Pejabat Fungsional, Ganjar Pranowo Ingatkan Pentingnya Integritas dalam Pelayanan Publik

Lantik 866 Pejabat Fungsional, Ganjar Pranowo Ingatkan Pentingnya Integritas dalam Pelayanan Publik

Lantik 866 Pejabat Fungsional, Ganjar Pranowo Ingatkan Pentingnya Integritas dalam Pelayanan Publik

Pelantikan 866 pejabat fungsional kesehatan, guru, dan teknis di Pemerintah Provinsi dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Grhadhika Bhakti Praja pada Rabu (12/4/2023). Para pejabat yang dilantik terdiri dari 509 Pegawai Negeri Sipil dan 357 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Dalam acara tersebut, Ganjar Pranowo menekankan agar para pejabat fungsional bekerja secara optimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melantik pejabat fungsional kesehatan, guru, dan teknis lainnya, di lingkungan pemerintah provinsi. Pelantikan dilakukan di Grhadhika Bhakti Praja, Rabu (12/4/2023).

Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik pejabat fungsional kesehatan, guru, dan teknis lainnya, di lingkungan pemerintah provinsi. Pelantikan dilakukan di Grhadhika Bhakti Praja, Rabu (12/4/2023). Pejabat fungsional yang dilantik berjumlah 866 orang, terdiri atas 509 orang PNS dan 357 orang PPPK.

Kepada pejabat fungsional yang sudah dilantik, Ganjar Pranowo berpesan agar mereka bekerja optimal dalam melayani masyarakat. Dalam pelantikan hari ini, ada dari kalangan guru, pelayanan sosial, dokter, hingga perawat, yang berada di garis terdepan dalam pelayanan masyarakat.

“Kami harapkan kawan-kawan ini sebagai bemper kami yang berada di paling depan, untuk bisa melayani dengan mudah, murah, cepat. Maka ini, anak-anak yang saya minta untuk belajar senyum. Sedikit-sedikit senyum, bukan kayak orang sakit gigi mbesengut gitu. Insyaallah masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang baik,” katanya seusai pelantikan.

Dalam pelantikan itu, Ganjar tidak pernah bosan mengingatkan kepada para aparatur sipil negara (ASN), agar memberikan pelayanan terbaik. Pejabat yang dilantik juga diharuskan menandatangani pakta integritas, yang di dalamnya termuat setia kepada NKRI, Undang-undang Dasar 45, dan Pancasila, itu harga mati.

“Saya ingatkan kalau kamu tidak setuju silakan check out, kalau setuju silakan kembangkan prestasimu. Kalau itu nanti saya temukan, maka akan saya ambil tindakan. Lalu tidak KKN, tidak korupsi, menerima gratifikasi. Ini penting sekali untuk mereka bisa melayani. Jangan setiap melayani selalu berharap kompensasi dari masyarakat, sehingga yang terjadi mempersulit,” ungkapnya.

Gubernur dua periode itu mengatakan, hingga tahun kesepuluh memimpin Jawa Tengah, ASN semakin membaik setiap harinya. Menurutnya, ASN kini semakin tulus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tanpa meminta atau menerima imbalan dalam bentuk apa pun yang melanggar aturan.

“Ini tahun kesepuluh saya di Jawa Tengah, rasanya makin hari makin baik, dan mereka makin pede untuk tidak menerima gratifikasi. Jadi mereka sudah biasa mengatakan tidak, terima kasih, tugas kami hanya melayani. Itu sebuah nilai yang sangat penting. Saya senang kawan-kawan selalu melakukan inovasi termasuk inovasi dalam pelayanan publik,” pungkasnya.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]