KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Lebaran 2024, Saloka Mubarak Hadirkan Pertunjukan Bertema Timur Tengah. Pengunjung Capai 2 ribu Perhari

Lebaran 2024, Saloka Mubarak Hadirkan Pertunjukan Bertema Timur Tengah. Pengunjung Capai 2 ribu Perhari

Lebaran 2024, Saloka Mubarak Hadirkan Pertunjukan Bertema Timur Tengah. Pengunjung Capai 2 ribu Perhari

Saloka Theme Park Tuntang Kabupaten Semarang mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan selama musim libur Lebaran 2024. Media Relation Saloka Theme Park, Sandra Luthfi Afifah, menyampaikan bahwa lonjakan pengunjung terasa mulai H+1 Lebaran dan diprediksi mencapai puncaknya dari Jumat hingga Minggu.
Foto dok Sandra
Pengunjung saat menikmati sejumlah Arena permainan di Saloka Theme Park

RASIKAFM.COM | TUNTANG – Sejumlah tempat wisata mulai dipadati pengunjung di musim libur Lebaran 2024. Hal ini juga terjadi di Saloka Theme Park Tuntang Kabupaten Semarang.

Kepada rasikafm.com, Media Relation Saloka Theme Park Sandra Luthfi Afifah mengatakan, lonjakan pengunjung mulai terasa H+1 lebaran. “Diperkirakan puncak kunjungan wisatawan akan terjadi mulai Jumat sampai Minggu,” ujarnya, Jumat (12/4/2024) sore.

Sandra menambahkan, pada kondisi normal jumlah kunjungan berkisar 1.000 orang. Namun, saat ini telah mencapai 2.000 orang per hari. “Jumlah tersebut akan terus bertambah, apalagi jika cuaca mendukung, pengunjung pasti lebih banyak jika tidak hujan. Kebanyakan masih wisatawan lokal dari Jawa Tengah, meski ada juga yang dari Jakarta dan Jawa Timur,” paparnya.

Sandra mengatakan, selama musim libur Lebaran, ada Saloka Mubarak yang menyajikan pertunjukan bertema Timur Tengah. Tak hanya dari segi dekorasi, tapi juga atraksi seni, kuliner, dan teater. “Kuliner Timur Tengah ada di berbagai tenant, termasuk food truck dengan sajian khas,” ujarnya.

Selain itu, adanya wahana baru Petualangan Galileo juga menjadi favorit baru pengunjung Saloka Theme Park. Meski baru dibuka pada Selasa (2/4/2024), tujuh zona yang tersedia, yakni Bumi dan Alam, Jurassic, Dunia Bawah Laut, Indera Manusia, Flora dan Fauna, Dirgantara, dan Antariksa sangat diminati pengunjung.

“Di Petualangan Galileo, tak hanya anak-anak yang senang, orang dewasa juga bisa menikmati. Karena di wahana tersebut ada pengetahuan yang bisa diserap pengunjung,” kata Sandra.

Menurut Sandra selain wahana pengetahuan, pengunjung juga bisa mencoba wahana yang menaikkan adrenalin. Yakni Cakrawala, Pakubumi, serta Kumbanglayang. “Kalau ingin menonton pertunjukan, ada Baru Klinting Show yang dimainkan pukul 18.00 WIB,” tutupnya

Media Relation Saloka Theme Park, Sandra Luthfi Afifah Saat diwawancarai Rasika

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]