KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Mahasiswa Asal Temanggung Ditemukan Meninggal Dunia Dikamar Kosnya, Sebelumnya Korban Sempat Minum Tuak Bersama Pacarnya

Mahasiswa Asal Temanggung Ditemukan Meninggal Dunia Dikamar Kosnya, Sebelumnya Korban Sempat Minum Tuak Bersama Pacarnya

Mahasiswa Asal Temanggung Ditemukan Meninggal Dunia Dikamar Kosnya, Sebelumnya Korban Sempat Minum Tuak Bersama Pacarnya

Aldo, mahasiswa asal Temanggung ditemukan tak bernyawa dikamar indekos di Jalan Kipenjawi No 101 RT 4 RW 11 Sidorejo lor Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga, Senin (19/9/2022).

Mahasiswa bernama lengkap Aldo Artameivian (20) warga Lingkungan Nglangon RT 3 RW 4 Kecamatan Walitelon Utara, Kabupaten Temanggung itu ditemukan tewas gantung diri dengan tali.

Kapolsek Sidorejo AKP Tri Widaryanto saat membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal dunia, pada Senin (19/9/2022) sekira pukul 02.00 wib, korban bersama kekasihnya bernama Sekar Puspita Sari minum tuak di kamar kos Nisa.

“Usai minum, korban dan pacarnya kembali ke kamar kos masing masing,”katanya.

Lalu, lanjut AKP Tri, mengatakan sekitar pukul 05.00 wib pacar korban mengetuk pintu kamar Nisa untuk pamit keluar.

“Selanjutnya Nisa datang kekamar korban. Ia melihat korban sudah dalam keadaan menggantung,”jelas AKP Tri.

Kemudian Nisa mengecek korban untuk memastikan masih hidup atau tidak. Ia mengecek kondisi korban dengan cara telapak tangan ditempelkan ke hidung korban ternyata sudah tidak ada nafasnya,” ujarnya.

Ia pun panik dan berteriak hingga membangunkan teman teman kos lainnya.

Beberapa warga langsung menghubungi petugas Polsek yang tidak jauh dari lokasi.

Petugas Puskesmas Sidorejo Lor yang datang dokter Purwaningrum memeriksa korban.

Adapun hasil dari pemeriksaan alat kelamin mengeluarkan sperma dan ada kotoran. Tidak ada tanda tanda kekerasan benda tumpul.

Jarak tali kabel dari leher dengan angin angin jendela sekitar 120 cm.

Selanjutnya jenazah korban dikirim ke RSUD Salatiga dengan mobil ambulans PMI.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]