URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Terminal Tipe A Tingkir Salatiga menghadirkan fasilitas titik jemput ojek online selama 24 jam sejak 17 Maret 2026 untuk meningkatkan kenyamanan penumpang bus. Fasilitas berupa tenda dan ruang tunggu itu dikelola bersama komunitas ojek online serta ojek pangkalan agar layanan transportasi lanjutan lebih aman, tertata, dan nyaman.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Manjakan Pengguna Ojek Online, Terminal Tingkir Salatiga Sediakan Layanan Tunggu Khusus

Manjakan Pengguna Ojek Online, Terminal Tingkir Salatiga Sediakan Layanan Tunggu Khusus

Manjakan Pengguna Ojek Online, Terminal Tingkir Salatiga Sediakan Layanan Tunggu Khusus

Terminal Tingkir Salatiga (Foto Arief Rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ada pemandangan berbeda saat penumpang bus memasuki lobby Terminal Tipe A Tingkir Salatiga. Di sudut terminal, kini berdiri tenda lengkap dengan kursi ruang tunggu yang disiapkan khusus bagi penumpang bus yang hendak dijemput ojek online. mereka kini tidak lagi berdiri kebingungan di tepi jalan atau berpindah tempat sambil membawa barang bawaan, penumpang kini bisa menunggu dengan lebih nyaman dan tertata.

Terhitung sejak 17 Maret silam fasilitas layanan titik jemput ojek online itu mulai dioperasikan selama 24 jam, baik untuk layanan penjemputan maupun pengantaran penumpang.

Kepala Terminal Tipe A Tingkir Salatiga, Vicky Chandra Yanuar, mengatakan keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan terminal yang lebih ramah bagi masyarakat sekaligus mengikuti perubahan kebutuhan transportasi saat ini.

“Kini Terminal Tipe A Tingkir Salatiga telah ada fasilitas layanan titik jemput ojek online selama 24 jam di area lobby terminal, baik saat drop off maupun pick up,” ujar Vicky Senin (11/5/2026).

Menurut dia, fasilitas tersebut dilengkapi tenda dan kursi ruang tunggu agar penumpang merasa lebih aman dan nyaman saat menunggu kendaraan jemputan datang.

Langkah itu juga menjadi bentuk kolaborasi antara pengelola terminal dengan seluruh komunitas ojek online di Kota Salatiga. Menariknya, pengelola terminal tidak hanya mengakomodasi transportasi berbasis aplikasi, tetapi juga merangkul ojek pangkalan yang selama ini telah lama beroperasi di lingkungan terminal.

“Fasilitas ini telah ada sejak tanggal 17 Maret 2026 dengan menggandeng seluruh komunitas ojek online se-Kota Salatiga dan juga ojek pangkalan di lingkungan Terminal Tipe A Tingkir,” katanya.

Dua komunitas ojek pangkalan bahkan direkrut menjadi ojek resmi terminal. Mereka dibekali rompi serta kartu identitas resmi agar penumpang lebih mudah mengenali layanan yang tersedia.

Dengan langkah itu, pihak terminal berharap tercipta persaingan yang sehat antara ojek online dan ojek pangkalan, tanpa menimbulkan gesekan yang selama ini kerap terjadi di sejumlah terminal.

“Harapannya ojek pangkalan dapat bersaing secara sehat dengan ojek online untuk merebut hati para penumpang bus yang akan melanjutkan perjalanan ke tujuannya masing-masing dengan rasa aman dan nyaman,” lanjut Vicky.

Untuk memudahkan akses penumpang, titik jemput ojek pangkalan resmi terminal ditempatkan di dua lokasi, yakni di sisi barat dan sisi selatan terminal.

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan perubahan pola transportasi perkotaan, Terminal Tingkir perlahan mencoba bertransformasi bukan sekadar tempat naik turun bus. Terminal kini diarahkan menjadi ruang transit yang lebih baik, tempat penumpang bisa melanjutkan perjalanan dengan pilihan transportasi yang lebih tertata, aman, dan nyaman.

Salah seorang penumpang, Saiful Mengaku senang dengan layanan yang disediakan terminal Tingkir ini. “Jadinya penumpang kini tidak lagi binggung saat akan memesan ojek usai turun dari bus” ujarnya kepada rasikafm.com.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon