KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Mantan Wali Kota Salatiga Ini, Hadiri Donor Darah di Kelurahan Kumpulrejo

Mantan Wali Kota Salatiga Ini, Hadiri Donor Darah di Kelurahan Kumpulrejo

Mantan Wali Kota Salatiga Ini, Hadiri Donor Darah di Kelurahan Kumpulrejo

Meski merupakan kegiatan rutin namun donor darah di Kelurahan Kumpulrejo Salatiga Jumat (2/12/2022) berlangsung istimewa. Pasalnya, kegiatan kemanusiaan tersebut dihadiri juga mantan pejabat Pemkot Salatiga Yuliyanto, yang merupakan mantan walikota Salatiga dua periode.

Kehadiran Yuliyanto bersama istri Titik Kirnaningsih ini, cukup mengejutkan warga yang turut hadir menjadi peserta kegiatan donor darah dengan menggandeng PMI Kota Salatiga.

Lurah Kumpulrejo Eska bayu sukmawan, S.IP. mengatakan, kegiatan donor di akhir tahun 2022 ini menargetkan sekitar 50 kantong darah.

“Memang untuk kegiatan donor darah jelang tutup tahun ini, cukup spesial selain ramai warga yang antusias juga ada beberapa nama mantan pejabat terkonfirmasi ikut mendonorkan darahnya di Kumpulrejo ini,” ujar Bayu ditemui di sela kegiatan di Balai Kelurahan Kumpulrejo.

Ia pun menerangkan, jika kehadiran para mantan pejabat Pemkot Salatiga adalah permintaan pribadi yang bersangkutan. Salah satunya mantan Wali Kota Yuliyanto.

Bayu mengakui, jika Yuliyanto menghubungi dirinya secara pribadi ingin mendonorkan darah di Balai Kelurahan Kumpulrejo. Apalagi dia juga tercatat sebagai warga Kumpulrejo.

“Beliau menghubungi kami secara whatsapp, ingin ikut mendonorkan darah. Dengan tangan terbuka kami persilahkan karena memang kegiatan kemanusiaan ini terbuka untuk masyarakat umum dan demi menambah stok darah di PMI Kota Salatiga,” pungkasnya.

Sementara, Yuliyanto kepada wartawan mengaku rutin mengikuti donor darah baik saat menjabat hingga purna.

Ia menyebutkan jika terakhir kali mengikuti kegiatan kemanusiaan sejenis antara 8-10 bulan lalu atau semenjak dirinya purna tugas mulai jarang.

“Ini sekitar ke-20 an, sebelumnya saya rutin donor darah. Saya senang untuk bisa mendonorkan darah untuk kesehatan juga, lebih segar setelah donor,” aku Yuliyanto.

Hal serupa dilontarkan Titik Karnaningsih. Ia mengakui, telah mendonorkan darahnya lebih dari 10 kali ini.

“makanya saat saya dengar di Kumpulrejo ini ada donor saya datang, Saya mohon infonya kalau ada kegiatan donor darah dilain tempat,” kata Titik.

Yuliyanto saat diwawancarai Rasika FM

 

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Universitas Kristen Satya Wacana mengajak generasi muda memahami investasi secara rasional melalui Seminar Nasional Now or Never 2026 bertema Beyond the Price, Finding Value, and Building Wealth in Uncertain Markets. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Investor Club Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW ini menghadirkan investor Lo Kheng Hong, Legendary Value Investor Indonesia dan akademisi Profesor Budi Frensidy, Komisaris Utama Samuel Tumbuh Bersama, sebagai narasumber, Rabu (04/11/2026), di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW. Dalam seminar yang diikuti 350 peserta ini, kedua narasumber mengajak peserta memahami investasi saham dengan mempertimbangkan nilai intrinsik, kualitas perusahaan, prospek bisnis, dan risiko investasi. Dalam pemaparannya, Profesor Budi Frensidy menekankan bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada perbandingan antara nilai intrinsik dan harga pasar suatu aset. Menurutnya, investor tidak cukup hanya melihat harga saham, tetapi perlu memperkirakan nilai perusahaan melalui analisis fundamental. “Kita mencari saham atau aset yang nilainya di atas harganya,” tegasnya. Budi mengulas sejumlah pendekatan dalam penilaian saham, antara lain discounted cash flow, kelipatan harga (price multiple), dan residual income. Berbagai metode tersebut dapat membantu investor memperkirakan nilai perusahaan dengan mempertimbangkan arus kas, kinerja, serta prospek bisnis. Ia juga mengingatkan bahwa hasil valuasi dapat berbeda bergantung pada metode dan asumsi yang digunakan. Sementara itu, Lo Kheng Hong membagikan pengalaman panjangnya berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ia mengulas perjalanan investasinya serta sejumlah periode penurunan pasar yang justru dinilainya sebagai peluang bagi investor untuk menemukan saham perusahaan berkualitas dengan harga menarik. “Saham is the best choice,” ungkapnya, menegaskan pandangannya terhadap investasi saham. Menurutnya, penurunan harga saham tidak selalu harus disikapi dengan kepanikan, tetapi perlu dianalisis berdasarkan kondisi dan kualitas perusahaan. Dalam memilih perusahaan untuk investasi, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memperhatikan integritas dan kompetensi manajemen, kualitas bisnis, serta prospek perusahaan. Ia juga memperkenalkan konsep sleeping shareholder, yakni menjadi pemegang saham perusahaan berkualitas dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan bisnis maupun pembagian dividen tanpa harus terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Melalui kedua pemaparan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa investasi membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisis. Pemahaman terhadap perusahaan yang dipilih menjadi salah satu hal penting agar investor tidak sekadar mengikuti tren atau pergerakan harga pasar. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) UKSW Priyo Hari Adi, menyampaikan bahwa kehadiran dua narasumber memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar investasi dari perspektif akademik dan pengalaman praktis. Ia berharap seminar ini mendorong mahasiswa mengelola keuangan secara cakap dan berintegritas, serta mengambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan investasi bukan semata-mata memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, melainkan mencapai hasil yang optimal dengan mempertimbangkan risiko. “Dalam pasar modal, kita tidak boleh hanya berbicara mengenai hasil yang maksimal, tetapi hasil yang optimal karena selalu ada manfaat sekaligus risiko,” ungkapnya. Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho turut mengingatkan peserta agar mencermati perkembangan pasar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Pemahaman terhadap kondisi perusahaan dan dinamika pasar menjadi bekal penting sebelum menentukan langkah investasi.
Seminar Nasional Now or Never 2026, Lo Kheng Hong dan Budi Frensidy Hadir di UKSW
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
[pekok2]