URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Kesehatan Kota Salatiga menyatakan kasus demam berdarah masih terkendali. Dinkes mencatat hanya dua kasus ringan terjadi di Salatiga pada Desember 2025 dan nihil kasus hingga 13 Januari 2026. Kondisi ini menunjukkan tren penyakit menular stabil berkat upaya pencegahan dan kewaspadaan masyarakat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Masuki Musim Hujan, Kasus DBD di Salatiga Terkendali

Masuki Musim Hujan, Kasus DBD di Salatiga Terkendali

Masuki Musim Hujan, Kasus DBD di Salatiga Terkendali

Dinas Kesehatan Kota Salatiga menyatakan kasus demam berdarah masih terkendali. Dinkes mencatat hanya dua kasus ringan terjadi di Salatiga pada Desember 2025 dan nihil kasus hingga 13 Januari 2026. Kondisi ini menunjukkan tren penyakit menular stabil berkat upaya pencegahan dan kewaspadaan masyarakat.
foto dok IST
Kepala Dinkes Salatiga, Prasit Al Hakim
featured-img

RASIKAFM.COM | LINGKAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Salatiga memastikan kondisi kasus demam berdarah dengue (DBD) pada musim penghujan ini masih terkendali. Dinkes mencatat, sepanjang Desember 2025 lalu, hanya ditemukan dua kasus demam dengue dengan gejala ringan.

Kasus tersebut masing-masing tercatat pada minggu ke – 50 dan minggu ke – 52. Sedangkan sepanjang awal Januari hingga, Selasa, 13 Januari 2026, tidak ditemukan kasus DBD.

“Pada Desember 2025 lalu hanya ada dua kasus demam dengue ringan. Ini menegaskan bahwa tidak terjadi lonjakan kasus DBD di Salatiga,” kata Kepala Dinkes Kota Salatiga Prasit Al Hakim, Selasa, 13 Januari 2026.

Prasit menyatakan, tren penyakit menular di Salatiga secara umum masih stabil. Penyakit yang lazim muncul saat musim hujan, seperti DBD, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, hingga leptospirosis, belum menunjukkan kenaikan yang mengkhawatirkan.

“Tidak ada peningkatan signifikan penyakit menular selama musim hujan ini. Kondisi di Salatiga masih relatif aman,” ujarnya.

Meski angka kasus masih rendah, lanjut Prasit, Dinkes mengingatkan masyarakat bahwa potensi risiko tetap ada. Curah hujan yang tinggi dapat menimbulkan banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti.

“Hujan dapat meningkatkan risiko karena menambah tempat perindukan nyamuk. Karena itu, kewaspadaan tetap harus dijaga,” pungkasnya.

BACA JUGA :

BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran
BPJS Kesehatan mencatat kepesertaan JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen penduduk Indonesia hingga akhir 2025. Dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan 2025, Direktur Utama Prihati Pujowaskito menyebut layanan kesehatan dimanfaatkan 725,3 juta kali, didukung penguatan layanan digital, jaringan fasilitas kesehatan, serta kondisi Dana Jaminan Sosial yang tetap sehat untuk menopang SDM produktif.
JKN Catat 725 Juta Layanan Kesehatan Sepanjang 2025, Kepesertaan Tembus 98,62 Persen
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Layanan Online Psikolog Gratis (Logis) di Semarang, Kamis (2/7/2026), untuk memperluas akses pendampingan kesehatan mental tanpa biaya. Masyarakat dapat berkonsultasi secara privat melalui aplikasi JNN Ext 2 pada hari dan jam layanan yang ditetapkan, dengan psikolog dari delapan rumah sakit milik Pemprov Jateng, sebagai langkah deteksi dini masalah psikologis dan pengurangan stigma.
Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis Secara Online lewat Logis
Faktor Ekonomi Dorong Minat KB Pria di Kabupaten Semarang
Faktor Ekonomi Dorong Minat KB Pria di Kabupaten Semarang
Pemerintah mengubah strategi penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan melakukan skrining aktif dari rumah ke rumah guna menemukan 1,08 juta kasus sepanjang 2026. Kebijakan tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus di RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, Senin (29/6/2026), karena hingga pertengahan tahun baru sekitar 800 ribu penderita terdeteksi sehingga percepatan penemuan kasus diperlukan untuk memutus rantai penularan dan meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Lawan TBC! Wamenkes Minta Jangan Tunggu Sakit Baru Periksa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga