URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, mendorong Pemerintah Kota Salatiga untuk segera berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dorongan ini disampaikan saat kunjungan kerja di Taman Perumahan Tegalrejo Permai, Salatiga, Jawa Tengah, pada Minggu, 20 April 2025.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Menteri Wihaji Dorong Pemkot Salatiga Segera Koordinasi dengan BGN untuk Realisasi MBG

Menteri Wihaji Dorong Pemkot Salatiga Segera Koordinasi dengan BGN untuk Realisasi MBG

Menteri Wihaji Dorong Pemkot Salatiga Segera Koordinasi dengan BGN untuk Realisasi MBG

Foto dok IST
Menteri Wihaji saat kunjungan kerja di Taman Perumahan Tegalrejo Permai Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (20/4/2025).
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, mendorong Pemerintah Kota Salatiga untuk aktif berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Hal itu diungkapkan Wihaji saat melakukan kunjungan kerja di Taman Perumahan Tegalrejo Permai, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (20/4/2025).

Koordinasi tersebut diperlukan untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebab di Kota Salatiga sampai saat ini belum melaksanakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎”Saya ke Salatiga untuk mengecek program quick win, semua baik. Tapi ada PR [pekerjaan rumah] yang harus segera dilakukan, yakni koordinasi soal kerjasama dengan BGN karena belum ada SPPG. Itu harus segera dilaksanakan karena sangat membantu anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Mereka harus dapat makanan bergizi gratis [MBG],” kata Wihaji, Minggu (20/4/2025).

Mengenai program quick win, kata Wihaji, di Kota Salatiga sudah berjalan baik. Di antaranya, soal penanganan stunting yang sudah baik, lansia berdaya, dan taman asuh anak sudah jalan.

‎”Ini harus sesuai pesan Presiden, kurangi diskusi, terjun ke lapangan, dan segera selesaikan masalah,” katanya.

Menurut Wihaji, terdapat lima program unggulan quick win dari kementerian.

  • Pertama, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang bertujuan memperkuat peran orang tua, khususnya ibu, dalam pencegahan stunting. Kedua, Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) yang bertujuan memberikan dukungan dan pengasuhan yang tepat bagi anak-anak usia dini.
  • Ketiga, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang mengoptimalkan peran ayah dalam keluarga dan pengasuhan anak.
  • Keempat, Lansia Berdaya yang memberikan perhatian dan dukungan kepada warga lanjut usia agar tetap produktif dan berkontribusi bagi keluarga serta masyarakat.
  • Terakhir, AI Superapps Keluarga Indonesia, yakni pengembangan aplikasi yang menyediakan informasi dan layanan terkait keluarga, kesehatan, dan pendidikan.

Pihaknya berharap, dengan adanya program yang tepat guna akan menciptakan sumber daya manusia yang cerdas dan baik. Dengan demikian, SDM Indonesia mampu memberi solusi di dunia kerja dan memiliki daya saing.

”Tugas saya mengendalikan pendudukan di era bonus demografi, ini ikhtiar dengan prinsip SDM Indonesia harus bagus,” tandas Wihaji.

Caption
Menteri Wihaji saat kunjungan kerja di Taman Perumahan Tegalrejo Permai Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (20/4/2025).

Wihaji saat berikan keterangan media

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon