KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Minggu ke 2 Puasa, Harga Cabai di Salatiga Meroket, Tembus Rp100.000 per Kg

Minggu ke 2 Puasa, Harga Cabai di Salatiga Meroket, Tembus Rp100.000 per Kg

Minggu ke 2 Puasa, Harga Cabai di Salatiga Meroket, Tembus Rp100.000 per Kg

Harga cabai rawit merah di pasar tradisional Salatiga melonjak hingga Rp 100.000 per kilogram, menyebabkan kekhawatiran di kalangan pedagang dan konsumen. Kenaikan harga ini disampaikan oleh Rumini, seorang pedagang di Pasar Raya 1 Salatiga, yang menyebut bahwa tren kenaikan telah terjadi sejak Februari dan mencapai puncaknya pada Minggu, 9 Maret 2025.
Foto dok IST
Pedagang cabai dan sayuran di Pasar Raya Salatiga saat melayani pembeli belum lama ini. 

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Memasuki pekan kedua puasa, harga cabai rawit merah di pasar tradisional di Salatiga semakin meroket. Saat ini, harga cabai yang terkenal pedas itu, mencapai Rp 100.000 per kilogram.

Padahal, beberapa hari lalu harganya masih di kisaran antara Rp 80.000 hingga Rp 90.000 per kilogram. Kenaikkan harga cabai rawit merah dimungkinkan masih bisa terjadi jika stok di pasaran menipis.

Kepada wartawan, Rumini salah seorang pedagang cabai di Pasar Raya 1 Salatiga menyebut, kenaikkan harga cabai rawit merah ini, terjadi sejak Februari lalu. Sejak saat itu, harga terus naik hingga tembus Rp 100.000 per kilogram pada Minggu (9/3/2025).

“Sejak sebelum Ramadan harganya naik terus. Nggak tau kapan turunnya,” ujarnya, Minggu (9/3/2025).

Menurutnya, kenaikkan harga cabai dipicu oleh ketersediaan stok di pasaran yang menipis dan adanya peningkatan permintaan konsumen.

“Ya seperti biasa, penyebabnya (kenaikan harga) stok sedikit,” ungkapnya.

Dia mengaku, tingginya harga cabai membuat pedagang kesulitan dalam menentukan harga jual eceran. Sebab tidak semua konsumen bisa memahami kondisi fluktuasi harga.

Disinggung terkait daya beli masyarakat, ia menyatakan, ada penurunan. Banyak konsumen yang mengurangi pembelinya cabai, khususnya rawit merah.

“Pelanggan yang biasanya beli 1/2 kg, dikurangi jadi 1/4 kg. Yang biasanya 1/4 kg, berkurang jadi 1 ons. Sekalian banyak yang beli cabai campuran, seperti cabai rawit merah di campur cabai merah keriting atau cabai lainnya. Ini yang kadang bingung menentukan harga, sebab cabai jenis lainnya juga masih tinggi,” ucapnya.

Harga cabai rawit hijau saat ini Rp 52.500 per kilogram. Cabai merah keriting Rp 57.500 per kilogram, cabai merah besar (teropong) Rp57.500 per kilogram.

Sementara itu, kenaikkan harga cabai dikeluhkan oleh ibu-ibu rumah tangga. Mereka terpaksa mengurangi penggunaan cabai lantaran menyesuaikan dana yang ada.

“Saat harga cabai tinggi, mau tidak mau ya mengurangi memasak masakan pedas meski akan mengurangi selera makan. Ya mau gimana lagi, kalau beli cabai dalam jumlah seperti biasanya, yang lain nggak kebeli,” kata Karti warga Tingkir, Salatiga.

Dia berharap harga cabai pada saat lebaran nanti bisa turun.

“Tanpa masakan pedas, hidangan Lebaran kurang afdol. Semoga harga bisa turun, sehingga bisa masak makanan pedas saat Lebaran nanti,” ujarnya.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Ubah Kebiasaan Buang Sampah Lewat Game Online, Lima Siswa SMPN 2 Kaliwungu Raih Juara Krenova 2026
Ubah Kebiasaan Buang Sampah Lewat Game Online, Lima Siswa SMPN 2 Kaliwungu Raih Juara Krenova 2026
Aisha Sofia Azzahra terpilih sebagai ketua pertama Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga dalam musyawarah di Gedung DPRD Salatiga, Senin (2/11/2026). Kepengurusan yang dibentuk bersama Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI) tersebut menyiapkan program Salatiga Saling Jaga untuk mencegah perundungan dan mengenalkan jalur pelaporan yang aman bagi siswa.
Aisha Pimpin Forum OSIS SMP Salatiga, Usung Program Pencegahan Perundungan
Penyelenggaraan Porprov Jawa Tengah XVII pada 25–31 Oktober 2026 turut meningkatkan kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Semarang. Kepala Dinas Pariwisata Wiwin Sulistyowati menyebut tingkat hunian hotel meningkat, sementara villa dan homestay menjadi alternatif akomodasi bagi atlet, ofisial, keluarga, serta suporter yang datang.
Porprov Jateng 2026 Jadi Magnet Wisata, Hotel hingga Homestay di Kabupaten Semarang Kebanjiran Tamu
[pekok2]