KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Mobil Tabrak Tiga Motor di Depan SMA Teuku Umar Semarang, Tiga Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit

Mobil Tabrak Tiga Motor di Depan SMA Teuku Umar Semarang, Tiga Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit

Mobil Tabrak Tiga Motor di Depan SMA Teuku Umar Semarang, Tiga Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit

SEMARANG – Sebuah mobil Toyota Starlet bernomor polisi AD-1036-LW menabrak tiga motor di Jalan Karangrejo Raya depan SMK Teuku Umar, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang pada Selasa (19/4/2022) sekitar pukul 09.30 WIB.

Akibatnya, tiga pengendara motor yang tertabrak mobil yang dikendarai oleh Sumanto warga Banyumanik Semarang itu terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami luka usai insiden lalu lintas tersebut.

Data yang diperoleh, ketiga korban tersebut yaitu Justinus Samijo warga Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik Semarang. Pria yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter warna Hitam perak bernomor polisi H-4395-TR itu mengalami luka pada tangan bagian kanan merasakan nyeri. Kemudian korban yang kedua bernama Riska Nirwana Handayani (21) warga Ngesrep, Kecamatan Banyumanik Semarang mengalami luka robek pada paha kiri.

Mahasiswa itu tertabrak saat mengendarai sepeda motor Honda Beat warna Hitam bernomor polisi H-5237-BTG. Lalu korban yang ketiga bernama Imam Yahya warga Banyumanik Semarang mengamalami luka robek kaki kiri dan tangan kiri. Pria berusia 43 tahun itu ditabrak oleh mobil saat mengendarai motor Yamaha Mio, warna hitam bernomor polisi H-3359-BTG.

“Para korban dibawa ke RS Hermina Banyumanik Semarang untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit.

Dirinya menjelaskan, ketika pengemudi mobil melaju dari arah Barat (Gor Jatidiri) menuju kearah Timur (Jatingaleh). Lalu pada saat di lokasi kejadian, pengemudi mobul diduga kurang waspada pandangan depan dan berjalan terlalu ke kanan sehingga terjadi Laka dengan pengendara motor yang melaju dari arah berlawanan.

“Senua kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan pada bodi depan ringsek. Kerugian materiil ditaksir mencapai 80 juta,” paparnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
[pekok2]