KABAR RASIKA

Monev FKTP, Ajang Peningkatan Mutu Layanan Primer Kabupaten Pekalongan

Monev FKTP, Ajang Peningkatan Mutu Layanan Primer Kabupaten Pekalongan

Monev FKTP, Ajang Peningkatan Mutu Layanan Primer Kabupaten Pekalongan

Foto Dok. BPJS

Pekalongan, Jamkesnews – Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan. Pelayanan FKTP yang baik adalah mengutamakan preventif dan promotif tanpa melupakan kuratif dan rehabilitatif. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan Hendro Sofyan Hadi dalam acara Monitoring dan Evaluasi (Monev) Faslilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang berlangsung di Kabupaten Pekalongan, Selasa (02/03).

Acara yang dihadiri oleh FKTP se-Kabupaten Pekalongan ini juga membahas peningkatan mutu fasilitas pelayanan kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru. Meskipun pandemi sedang berlangsung, FKTP harus senantiasa tetap memberikan layanan yang berkualitas kepada para peserta JKN-KIS.

Hendro pun mengatakan melalui aplikasi P-Care yang ditempatkan di masing-masing FKTP diharapkan angka kunjungan maupun angka rujukan dapat termonitoring dengan baik, sehingga kualitas pelayanan dari FKTP dapat terus dipantau dan dievaluasi. Hendro juga mengajak dan mendorong kepada para perwakilan FKTP untuk senantiasa meningkatkan inovasi khususnya dalam upaya promotif dan preventif.

“Sebagai contoh sederhana seperti senam sehat, penyuluhan, atau konseling, bahkan yang berbasis teknologi aplikasi pun diharapkan akan meningkatkan upaya pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS di masa pandemi ini,” kata Hendro.

Dalam kesempatan tersebut juga dibahas mengenai optimalisasi program rujuk balik serta program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) FKTP wilayah kerja Kabupaten Pekalongan. FKTP harus berkomitmen untuk mempermudah akses pelayanan dan berobat peserta JKN-KIS khususnya para penderita diabetes melitus, hipertensi, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), epilepsi, skizofren, stroke, jantung dan asma.

“Ketika pasien atau peserta sudah mendapat pemeriksaan di rumah sakit oleh dokter spesialis dan dinyatakan stabil atau untuk pelayanan kesehatan selanjutnya dapat dikelola di FKTP sehingga pasien tersebut dapat dirujuk balik ke FKTP. Di situlah peran dari FKTP untuk mengoptimalkan layanan dimulai dari sarana dan prasarana serta akses kemudahan berobat,” tutur Hendro.

Sementara itu perwakilan FKTP Kabupaten Pekalongan, Kepala Puskesmas Kesesi 1, Ryan Ardana Putra mengatakan bahwa dengan adanya monev ini akan menjadi ajang penggerak bagi FKTP untuk melakukan optimalisasi edukasi kepada peserta Program JKN-KIS. Walau kondisi pandemi masih berlangsung, FKTP pun harus tetap mengoptimalkan pelayanan kontak terhadap peserta, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Hal tersebut tergantung dengan kondisi pasien. Dengan pasien sehat maka pemberian informasi dan konsultasi mengenai upaya promotif preventif, penyampaian pesannya dilakukan secara individual, sedangkan kontak peserta sakit, FKTP menyediakan layanan konsultasi medis konsultasi medis tanpa tatap muka dengan fasilitas yang ada di Mobile JKN Faskes,” ungkap Ryan. (ma/ey)

BACA JUGA :

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan 31 Asuransi Kesehatan Tambahan
BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan 31 Asuransi Kesehatan Tambahan
Akses JKN Makin Luas, Mutu Layanan Faskes Jadi Perhatian
Akses JKN Makin Luas, Mutu Layanan Faskes Jadi Perhatian
BPJS Kesehatan memperkuat standar pelayanan publik melalui Customer eXcellence 126 atau CX126 yang mengukur kualitas layanan di 126 kantor cabang. Program ini menekankan pelayanan yang mudah, cepat, setara, dan solutif dengan melibatkan pengalaman peserta. Hasil penilaian diharapkan menjadi acuan perbaikan berkelanjutan agar kualitas layanan JKN lebih konsisten di seluruh Indonesia.
BPJS Kesehatan Uji Kualitas Pelayanan Lewat CX126: Peserta JKN Tak Cuma Butuh Cepat, Tapi Juga Kepastian
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Usung Konsep Bener Desa Wisata, Nikmatul Aimah Siap Ramaikan Bursa Pilkades
Usung Konsep Bener Desa Wisata, Nikmatul Aimah Siap Ramaikan Bursa Pilkades
RASIKAFM.COM | TENGARAN – Dinamika Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menghadirkan warna tersendiri. Di tengah kontestasi yang berjalan,...
Polres Salatiga menggelar serah terima jabatan sejumlah pejabat di Pendopo Widya Qasana Tribrata, Jumat (23/10/2026). AKP Henri Widyoriani mendapat amanah sebagai Kasatres PPA dan PPO Polres Magelang Kota, sedangkan jabatan Kasat Resnarkoba Polres Salatiga diserahkan kepada AKP Joko Iskandar. Pergantian juga berlangsung pada jabatan Kasat Reskrim dari AKP Radytya Triatmaji Pramana kepada AKP Iwan Kristiana.
25 Tahun Bertugas di Polres Salatiga, AKP Henri Geser, Emban Amanah sebagai Kasatres PPA Polresta Magelang.
Polres Salatiga menggelar serah terima jabatan sejumlah pejabat di Pendopo Widya Qasana Tribrata, Jumat (23/10/2026). AKP Henri Widyoriani mendapat amanah sebagai Kasatres PPA dan PPO Polres Magelang Kota,...
Empat Calon Bertarung dalam Pilkades Bener, Beni Tekankan Pemilihan Damai Tanpa Gesekan
Empat Calon Bertarung dalam Pilkades Bener, Beni Tekankan Pemilihan Damai Tanpa Gesekan
Empat bakal calon kepala desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memasuki tahap penjaringan dan pemberkasan administrasi untuk Pilkades. Kepala Desa Bener H. Saefudin berharap seluruh tahapan...
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan status tanggap bencana untuk penanganan kebakaran hutan di Gunung Lawu dan mengerahkan dua helikopter TNI untuk mendukung pemadaman melalui water bombing. Gubernur Ahmad Luthfi menyebut operasi terkendala angin kencang dan medan lembah. Sementara itu, kebakaran di Gunung Sumbing diprioritaskan melalui jalur darat, dengan kemungkinan pengalihan helikopter jika diperlukan.
Angin Kencang Hambat Pemadaman Lawu, Helikopter Siap Dialihkan ke Sumbing
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan status tanggap bencana untuk penanganan kebakaran hutan di Gunung Lawu dan mengerahkan dua helikopter TNI untuk mendukung pemadaman melalui water bombing. Gubernur...
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi hingga siang hari, kemudian berawan pada sore hingga awal malam dengan potensi hujan ringan di Semarang selatan. Angin bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–35 derajat Celsius, dan kelembapan 40–75 persen.
23 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi hingga siang hari, kemudian berawan pada sore hingga awal malam dengan potensi...
Muat Lebih

POPULER

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Job Fair ke-49 pada 22–23 Oktober 2026 di Balairung UKSW, Salatiga, pukul 09.00–16.00 WIB. Kegiatan gratis dan terbuka untuk umum ini menghadirkan 393 lowongan dari lebih dari 35 perusahaan dan sekolah, serta menyediakan lokakarya karier, konsultasi kesiapan kerja, dan kesempatan mengikuti tes seleksi secara langsung.
393 Loker dari 35 Perusahaan Tersedia dalam Job Fair UKSW ke-49
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]