KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Mudik 2024, Salatiga Jadi Lokasi Transit Terfavorit, Aman dan Tidak Banjir

Mudik 2024, Salatiga Jadi Lokasi Transit Terfavorit, Aman dan Tidak Banjir

Mudik 2024, Salatiga Jadi Lokasi Transit Terfavorit, Aman dan Tidak Banjir

Mendekati hari lebaran tahun 2024, penambahan intensitas arus mudik menuju Jawa Tengah diproyeksikan mencapai 70.000 kendaraan. Pj. Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, berharap agar banjir di pantura tidak semakin meluas, karena hal itu dapat menyebabkan pemudik memilih melewati jalur Salatiga.
Foto dok IST
Pj. Wali Kota Salatiga Yasip Khasani dan Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari nampak serius usai rapat Linsek Kesiapan Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1445 H, di aula Mapolres Salatiga, Rabu (20/3/24).

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Mendekati hari lebaran tahun 2024, penambahan intensitas arus mudik menuju Jawa Tengah tahun ini diperkirakan akan mencapai 70.000 kendaraan. Pj. Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani berharap, banjir di pantura tidak semakin meluas. Sebab jika itu terjadi, kemungkinan besar nanti pemudik yang menuju arah Pantura akan memilih melewati jalur Salatiga.

“Ketika Nataru berlangsung dengan baik, kami harapkan yang ini juga berlangsung dengan baik, dan lebih baik lagi. Semakin banyak yang terlibat, semakin kelihatan juga bahwa, Kota Salatiga ini memang bisa diandalkan,” tandas Yasip saat Linsek Kesiapan Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1445 H, di aula Mapolres Salatiga, Rabu (20/3/24).

Yasip memperkirakan Kota Salatiga akan menjadi lokasi transit menuju ke arah timur. Oleh karena itu, pada Rakor Linsek tersebut semua pihak bisa memberikan masukan-masukan yang positif dan konstruktif agar kelancaran arus dan keamanan dapat terselenggara dengan baik.

“Yang tak kalah penting adalah terkait dengan bahan pokok, kenaikan harga menjelang Lebaran ini harus diwaspadai. Dan kita nanti akan melakukan operasi pasar, mohon untuk bisa didukung pengamanannya,” tukas Yasip.

Kapolres Salatiga, AKBP. Aryuni Novitasari menyampaikan bahwa naiknya angka 70 ribu kendaraan mudik baik roda empat maupun sarana transportasi lainnya menuju Jawa Tengah termasuk salah satunya Kota Salatiga, akan luar biasa. Hal itu dipastikan akan berpengaruh terhadap kondisi atau situasi di Kota Salatiga, sehingga semua pihak harus mewaspadai dan memperhatikan adanya kemacetan, keramaian, termasuk mengantisipasi hal-hal lain seperti dampak hujan deras yang terjadi akhir-akhir ini.

“Pengamanan kita Natal dan Tahun Baru berjalan dengan lancar, tidak ada kejadian yang menonjol di Kota Salatiga. Kita berharap, besok dalam rangka hari raya Idul Fitri juga berjalan demikian. Polri, dalam rangka keamanan Kota Salatiga sudah melakukan beberapa kegiatan, diantaranya operasi keselamatan lalu lintas candi. Hasilnya, lebih dari 1.000 penindakan dilakukan,” ungkap Aryuni.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]