RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Nenek Asal Candisari Semarang Ditemukan Meninggal Gantung Diri Di Kamar Mandi Rumahnya

Nenek Asal Candisari Semarang Ditemukan Meninggal Gantung Diri Di Kamar Mandi Rumahnya

Nenek Asal Candisari Semarang Ditemukan Meninggal Gantung Diri Di Kamar Mandi Rumahnya

SEMARANG – Seorang nenek-nenek ditemukan meninggal dunia gantung diri di dalam kamar mandi rumahnya di Genuk Krajan, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari pada Selasa (25/1) sekitar pukul 13.30 WIB.

Korban yang bernama Sukimah (68) itu nekat mengakhiri hidupnya lantaran diduga mengalami depresi karena riwayat penyakitnya yang tak kunjung sembuh.

“Diduga mengalami depresi karena sakit yang belum kunjung sembuh. Informasinya korban sering mengeluh sakit kepala,” ujar Kapolsek Candisari, Iptu Handri Kristanto kepada wartawan.

Ia menjelaskan, kali pertama korban diketahui gantung diri ketika suaminya bernama Aman Suyatno yang terbangun dari tidur hendak pergi ke kamar mandi. Sesaat kemudian, Aman melangkah menuju kamar mandi namun pintunya terkunci dari dalam. Ketika mengetuk pintu dan berteriak tidak ada jawaban.

“Merasa penasaran dan curiga kemudian saksi mendobrak pintu kamar mandi, dan didapati korban dalam keadaan tergantung dibelakang pintu kamar mandi,” jelasnya.

Dirinya menyebut korban gantung diri dengan menggunakan tali plastik, yang dikaitkan ke leher lalu diikat ke kayu. Melihat kejadian tersebut, kemudian Aman keluar rumah dan meminta tolong kepada tetangganya untuk melihat kondisi korban.

“Selanjutnya tali plastik yang dipakai korban untuk gantung diri diptong menggunakan pisau. Setelah tali berhasil putus kemudian korban diangkat bersama kedalam kamar,” paparnya.

Kejadian ini juga dilaporkan ke pemangku wilayah setempat dan puskesmas diteruskan ke Polsek Candisari. Pihak Tim Inafis Polrestabes Semarang juga mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Didapatkan hasil tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, murni gantung diri,” ucapnya.

Dari kejadian ini, keluarga korban ikhlas dan menerima atas kejadian tersebut debgan membuat surat pernyataan tidak akan menuntut kepada pihak manapun. Selanjutnya, jenazah korban diurus langsung oleh keluarga untuk dilakukan prosesi pemakaman.

Sementara itu, Setiawan (44) warga Bogor ditemukan meninggal di dalam tempat kosnya, di Jalan Pandean Lamper Semarang Selatan, sekitar pukul 13.00 WIB. Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Untung Kistopo mengatakan bahwa penyebab meninggalnya korban diduga lantaran sakit yang diderita.

“Penyebabnya diduga sakit, pengecekan oleh dokter menerangkan bahwa korban sudah meninggal, tidak ada tanda-tanda kekerasan dan negatif Covid-19,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px

                 

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 157