URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang nenek berusia mencapai seratus tahun lebih meninggal dunia usai tercebur di sumur rumahnya yang terletak di Jalan Kepoh RT 2 RW 4, Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang pada Rabu (30/3/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Nenek Berusia Seratus Tahun Asal Gunungpati Meninggal Dunia Usai Jatuh Ke Sumur

Nenek Berusia Seratus Tahun Asal Gunungpati Meninggal Dunia Usai Jatuh Ke Sumur

Nenek Berusia Seratus Tahun Asal Gunungpati Meninggal Dunia Usai Jatuh Ke Sumur

featured-img

SEMARANG – Seorang nenek berusia mencapai seratus tahun lebih meninggal dunia usai tercebur di sumur rumahnya yang terletak di Jalan Kepoh RT 2 RW 4, Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang pada Rabu (30/3/2022).

Korban yang bernama Aminah itu diketahui pertama kali oleh menantunya dalam kondisi mengapung tak bernyawa di dalam sumur yang sering dipakai sehari-hari pada pukul 11.00 WIB.

“Korban sudah sepuh berusia mencapai seratus tahun, cuma saja KTPnya (kartu tanda penduduk) umurnya tidak sesuai,” ujar Kapolsek Gunungpati, Kompol Warijan saat dihubungi RASIKAFM malam.

Ia menjelaskan, kejadian itu bermula ketika korban bersama anak mantu dan perawat korban pada pukul 08.00 selesai memandikan korban. Kemudian perawat korban membelikan sarapan bubur untuk korban dan korban yang di rumah bersama anak mantu.

Kemudian sekira pukul 10.00 WIB korban tidur sedangkan perawat dan anak mantu korban sedang asyil ngobrol di depan teras rumah. Setelah itu sekira jam 11.00 WIB perawat korban melihat melihat bahwa korban sudah tidak ada di tempat tidur.

Kemudian, karena khawatir perawat korban lantas mencari keberadaannya di sekitar rumah. Sedangkan anak mantu korban mencari di belakang rumah dimana sumur itu berada.

“Anak mantu mendapati korban terjebur di dalam sumur. Kemudian berteriak meminta pertolongan. Warga lalu melaporkan ke Polsek kemudian kita menghubungi Basarnas, Pemadam Kebakaran dan PMI untuk membantu evakuasi korban,” terangnya.

Kompol Warijan menjelaskan, korban terjatuh ke sumur dengan kedalaman kurang lebih 7 sampai 8 meter dalam keadaan sumur yang berlumut dan penghalang sumur yang terlalu rendah.

“Korban tidak sempat teriak karena sudah sepuh dan memang sulit untuk berkomunikasi,” bebernya.

Tim Inafis Polrestabes Semarang yang juga datang untuk melakukan pemeriksaan pada tubuh korban juga tak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selanjutnya jenazah korban sudah diserahkan ke keluarga setelah pihao keluarga menerima dan menolak untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dari kepolisian.

“Keluarga langsung menerimakan nasib korban dengan membuat surat pernyataan sehingga bisa langsung untuk dimakamkan,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat
Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026