URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Puluhan warga yang tergabung dalam paguyuban Terminal Tingkir Salatiga mendatangi Kantor DPRD Kota Salatiga pada Senin (28/10/2024) untuk menyampaikan keluhan terkait keberadaan halte bayangan di exit Tol Tingkir yang dianggap mengganggu aktivitas terminal resmi di area tersebut.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Paguyuban Warga Terminal Tingkir Datangi Kantor DPRD Salatiga, Protes Halte Bayangan

Paguyuban Warga Terminal Tingkir Datangi Kantor DPRD Salatiga, Protes Halte Bayangan

Paguyuban Warga Terminal Tingkir Datangi Kantor DPRD Salatiga, Protes Halte Bayangan

Puluhan warga yang tergabung dalam paguyuban Terminal Tingkir Salatiga mendatangi Kantor DPRD Kota Salatiga pada Senin (28/10/2024) untuk menyampaikan keluhan terkait keberadaan halte bayangan di exit Tol Tingkir yang dianggap mengganggu aktivitas terminal resmi di area tersebut.
Foto Arief Rasika
Paguyuban warga terminal Tingkir saat lakukan aksi demo di DPRD kota Salatiga, Senin 28.10.2024
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Puluhan orang yang tergabung dalam paguyuban warga Terminal Tingkir Salatiga mendatangi Kantor DPRD Kota Salatiga pada Senin (28/10/2024). Mereka menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait keberadaan halte bayangan di exit Tol Tingkir yang dinilai mengganggu aktivitas terminal resmi di area tersebut.

Koordinator aksi, Wawan Raya, mengungkapkan bahwa paguyubannya meminta agar segera dipasang barrier di exit tol Tingkir untuk mencegah bus berhenti sembarangan. Menurut Wawan, lokasi tersebut sering dijadikan halte bayangan oleh bus yang berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, sehingga mengurangi minat bus masuk ke terminal Tingkir.

“Kami meminta agar segera dipasang barrier. Selain itu, kami juga menolak adanya shuttle yang berarti kegiatan bus memutar balik, menurunkan penumpang, dan kembali masuk tol lagi,” jelas Wawan kepada awak media.

Wawan menambahkan bahwa keluhan ini sudah berulang kali disampaikan ke pihak terminal Tingkir, namun belum ada tindakan konkret. Akibatnya, terminal Tingkir semakin sepi, yang berdampak pada perekonomian setempat, termasuk UMKM, kuliner, dan agen-agen di sekitar terminal.

Menanggapi keluhan kami, Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, M.Si., menyatakan dukungan dan berjanji akan mempercepat proses penanganan. “Pak Dance merespon baik, dan Insya Allah bulan November nanti sudah ada penindakan dengan pemasangan barrier. Dengan adanya barrier, diharapkan bisa mengurangi aktivitas bus yang putar balik,” pungkas Wawan.

Langkah ini diharapkan bisa segera mengatasi permasalahan di terminal Tingkir, memulihkan aktivitas ekonomi, dan mengurangi ketidaknyamanan bagi warga sekitar.

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved