URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pasar Sawahan Ramadan Kalongan, Ngabuburit Sambil Jajan Penganan “Ndeso”

Pasar Sawahan Ramadan Kalongan, Ngabuburit Sambil Jajan Penganan “Ndeso”

Pasar Sawahan Ramadan Kalongan, Ngabuburit Sambil Jajan Penganan “Ndeso”

featured-img

Kasmiyati tengah melayani pembeli di Pasar Sawahan Ramadan, Desa Kalongan, Ungaran Timur, Jumat (16/4/2021). (Foto/win)

UNGARAN – Menunggu waktu berbuka puasa atau sering disebut ngabuburit biasanya diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari mengaji hingga kegiatan santai yang lain. Di Desa Kalongan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang ada lokasi ngabuburit yang menjadi favorit warga sekitar.

Masyarakat setiap sore hingga menjelang maghrib biasanya memadati Pasar Sawahan Ramadan yang digelar mulai dari tanggal 1 hingga 27 Ramadan. Kasmiyati, salah seorang pedagang Pasar Sawahan Ramadan menuturkan, ia menyajikan berbagai macam makanan dan minuman bagi para pengunjung. Yang khas adalah dawet jagung yang selalu ludes diburu pembeli. Selain dawet, penganan “ndeso” yang lain seperti kolak pisang, oseng daun pepaya, pecel dan beragam gorengan juga disediakan.

Dalam satu hari, ia mengaku bisa mengantongi omzet hingga ratusan ribu rupiah. Meski demikian, kondisi pandemi sedikit mempengaruhi pendapatannya. Selain karena berkurangnya jumlah pengunjung, faktor cuaca juga berpengaruh sebab Pasar Sawahan digelar di ruang terbuka.

Ketua TP PKK Desa Kalongan Asmarani saat ditemui di Pasar Sawahan belum lama ini menjelaskan, keputusan digelarnya Pasar Sawahan Ramadan merupakan kesepakatan dari warga. Sehingga pihak desa tidak memaksa warga yang berjualan untuk membuka lapaknya. Ia juga mengatakan sebenarnya Pasar Sawahan tersebut akan dilengkapi dengan atraksi kesenian, akan tetapi terkendala pandemi maka pihaknya tak mau ambil resiko. Menurutnya yang terpenting sekarang adalah baik para pedagang maupun pembeli wajib menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker dan mencuci tangan menggunakan sabun usai bertransaksi. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon