URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Harga telur ayam dan daging ayam ras di pasar tradisional Salatiga masih tinggi usai Nataru. Warga dan pedagang menjadi pihak terdampak di Pasar Blauran, Salatiga, Senin (5/1/2026). Kondisi ini terjadi karena pasokan belum normal dan biaya produksi peternak masih tinggi, sehingga harga belum turun.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pasca Nataru, Harga Daging Ayam dan Telur di Salatiga Masih Tinggi

Pasca Nataru, Harga Daging Ayam dan Telur di Salatiga Masih Tinggi

Pasca Nataru, Harga Daging Ayam dan Telur di Salatiga Masih Tinggi

Harga telur ayam dan daging ayam ras di pasar tradisional Salatiga masih tinggi usai Nataru. Warga dan pedagang menjadi pihak terdampak di Pasar Blauran, Salatiga, Senin (5/1/2026). Kondisi ini terjadi karena pasokan belum normal dan biaya produksi peternak masih tinggi, sehingga harga belum turun.
Foto dok IST
Aktifitas pedagang ayam di Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah lewat, Namun harga kebutuhan pokok berupa telur ayam dan daging ayam ras di pasar tradisional Kota Salatiga masih tinggi.

Pantauan rasikafm.com, Senin 5 Januari 2026, harga telur ayam di pasar tradisional Salatiga terpantau berada di kisaran Rp29.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam ras berkisar antara Rp35.500 hingga Rp36.000 per kilogram.

Kondisi tersebut dikeluhkan oleh warga, terutama kalangan ibu rumah tangga. Salah satunya Siti (45), warga Tingkir, Salatiga, yang mengaku terpaksa mengurangi pembelian telur dan daging ayam karena harganya belum juga turun.

“Biasanya setelah tahun baru harga sudah turun. Tapi ini masih mahal. Kalau beli telur sekarang ya seperlunya saja, tidak bisa banyak-banyak,” keluh Siti saat ditemui di Pasar Blauran Salatiga.

Ia menambahkan, telur dan daging ayam merupakan bahan pangan yang hampir selalu dibutuhkan setiap hari, sehingga kenaikan harga sangat berdampak pada pengeluaran rumah tangga.

Keluhan serupa juga disampaikan Rina (38), warga Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Salatiga. Menurutnya, harga telur dan daging ayam yang masih tinggi cukup memberatkan, terutama bagi keluarga dengan penghasilan pas-pasan.

“Telur dan ayam itu sudah jadi kebutuhan sehari-hari. Kalau harganya tinggi terus, mau tidak mau pengeluaran jadi membengkak,” ujarnya.

Rina berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar harga kebutuhan pokok tersebut kembali stabil.

Sementara itu, para pedagang menilai tingginya harga telur dan daging ayam ras masih dipengaruhi oleh pasokan yang belum sepenuhnya normal pasca-Nataru. Selain itu, tingginya biaya produksi di tingkat peternak juga turut berkontribusi.

“Selain adanya peningkatan permintaan saat Natal dan Tahun Baru, harga daging ayam juga dipengaruhi oleh tingginya biaya produksi,” ungkap Ratih, salah seorang pedagang di pasar tradisional Salatiga.

BACA JUGA :

Bank Indonesia mencatat pengguna QRIS di Jawa Tengah mencapai 9,08 juta hingga Juni 2026, menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan jumlah pengguna terbesar ketiga secara nasional. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan pembayaran digital, sementara jumlah merchant QRIS mencapai 4,52 juta dan menjadi yang terbesar keempat secara nasional.
Pengguna QRIS di Jateng Tembus 9,08 Juta, Terbesar Ketiga Nasional
Bank Indonesia Jawa Tengah mewaspadai dampak kekeringan pada semester II 2026 terhadap produksi pangan dan stabilitas harga. Dalam Media Briefing di Pekalongan, Kamis (13/8/2026), BI mencatat Jawa Tengah mengalami deflasi 0,13 persen pada Juli dengan inflasi tahunan sekitar 2,6 persen, namun tetap mengantisipasi gejolak harga komoditas pangan.
BI Jateng Waspadai Dampak Kekeringan, Pengendalian Inflasi Diperkuat
bri
Dorong UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp 944 Miliar Hingga Juli 2026
Perekonomian Jawa Tengah tetap tumbuh pada triwulan II 2026 dengan dukungan konsumsi rumah tangga, investasi, industri pengolahan, dan perdagangan. Konsumsi tumbuh 4,31 persen, investasi 8,84 persen dengan realisasi Rp25,53 triliun, industri pengolahan 5,03 persen, dan perdagangan 7,52 persen. Sektor akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,80 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh, Industri dan Perdagangan Jadi Penopang
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.
Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved