KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pedagang Bingung Menjual, Kini Harga Cabai di Semarang Capai 80 Ribu Perkilo

Pedagang Bingung Menjual, Kini Harga Cabai di Semarang Capai 80 Ribu Perkilo

Pedagang Bingung Menjual, Kini Harga Cabai di Semarang Capai 80 Ribu Perkilo

SEMARANG – Harga komoditas cabai dalam sepekan terus mengalami kenaika di beberapa daerah. Di Kota Semarang, harga cabai rawit merah bahkan mencapai Rp. 80 ribu perkilogramnya.

Data dari Tim Pengendali Inflasi Jateng juga menunjukkan kenaikan harga cabai dibeberapa daerah. Selain di Ibu Kota Jateng, dari data terlihat harga cabai rawit merah di Kota Surakarta juga mencapai Rp. 83 ribu perkilogram.

Kenaikan harga cabai juga terjadi di Kota Salatiga, dimana dalam sepekan kenaikan harga cabai rawit keriting naik hampir Rp 20 ribu yang kini mendekati Rp 80 ribu perkilogram.

Kenaikan harga tersebut tak hanya dikeluhkan oleh pedagang, namun juga masyarakat. Umi (60), pedagang cabai di Pasar Sampangan Kota Semarang mengaku kebingungan menjual cabai di tengah meroketnya harga. Bahkan Umi hanya mampu membeli 2 kilogram cabai rawit merah untuk ia jual kembali.

“Sebelum naik saya berani beli 5 kilogram, tapi sekarang hanya mampu 2 kilogram saja,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (8/6/2022).

Dilanjutkannya, dari distributor ia diberi harga Rp 80 ribu perkilogramnya. Menurutnya, banyak pembeli yang protes karena kenaikan harga sangat tinggi tersebut.

“Alhasil saya jual Rp 90 ribu perkilogram, namun untuk 1/4 kilogram saya hargai Rp 25 ribu. Tapi mau bagaimana lagi, dari sananya sudah mahal,” ucapnya.

Keluhan itu juga diungkapkan Sari (40), warga Gajahmungkur Kota Semarang. Sebagai ibu rumah tangga, ia keberatan dengan harga cabai yang terus meroket.

“Pekan lalu Rp. 70 ribu, sekarang hampir Rp. 100 ribu perkilogram. Berat kalau untuk ibu rumah tangga,” paparnya.

Ia menuturkan, lebih memilih membeli saus atau sambal kemasan ketimbang cabai. Ia mengakui setiap tahun pasti ada kenaikan harga tanpa adanya solusi.

“Karena kalau beli cabai seperempat lebih mahal. Gaji suami juga naiknya tak seberapa, tapi harga cabai dan bahan pangan melambung tinggi. Sebagai masyarakat kecil seperti saya bingung untuk mencukupi kebutuhan,” imbuhnya.

Sementara itu, produksi cabai di centra pertanian cabai yang terletak di lereng Gunung Slamet menurun. Hal tersebut juga terjadi di Desa Ceklatakan Kecamatan Polosari, Kabupaten Pemalang.

Apalagi hasil pertanian cabai di desa tersebut dikirim ke berbagai wilayah di Jateng. Bahkan penurunan produktivitas pertanian cabai di desa tersebut mencapai 50 persen lebih.

Kondisi itu berdampak pada kenaikan harga cabai di wilayah Jateng yang kini tembus di angka Rp 80 sampai Rp 100 ribu perkilogram. Sutrisno, petani cabai di Desa Ceklatakan, penurunan produksi disebakan sejumlah faktor seperti cuaca buruk yang melanda lereng Gunung Slamet berakibat biaya tanam cabai juga melejit.

“Di desa kami yang biasanya bisa menghasilkan cabai 50 ton, kini hanya 10 sampai 20 ton setiap hari,” katanya saat dihubungi.

Ia mengatakan, hujan yang terus melanda lereng Gunung Slamet membuat harga pupuk dan obat-obatan juga melambung. Mahalnya pupuk dan obat-obatan membuat petani meninggalkan untuk menanam vabai cabai.

“Semua jenis pupuk dan obat-obatan semua naik, yang biasanya pupuk Rp 50 ribu kini bisa Rp 120 ribu perkarung. Di tempat kami setidaknya 20 hingga 30 hektar ditanami cabai, karena semua mahal kini hanya 15 hektar yang ditanami cabai. Sisanya kentang dan jeruk,” jelasnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]