URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Harga komoditas cabai dalam sepekan terus mengalami kenaika di beberapa daerah. Di Kota Semarang, harga cabai rawit merah bahkan mencapai Rp. 80 ribu perkilogramnya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pedagang Bingung Menjual, Kini Harga Cabai di Semarang Capai 80 Ribu Perkilo

Pedagang Bingung Menjual, Kini Harga Cabai di Semarang Capai 80 Ribu Perkilo

Pedagang Bingung Menjual, Kini Harga Cabai di Semarang Capai 80 Ribu Perkilo

featured-img

SEMARANG – Harga komoditas cabai dalam sepekan terus mengalami kenaika di beberapa daerah. Di Kota Semarang, harga cabai rawit merah bahkan mencapai Rp. 80 ribu perkilogramnya.

Data dari Tim Pengendali Inflasi Jateng juga menunjukkan kenaikan harga cabai dibeberapa daerah. Selain di Ibu Kota Jateng, dari data terlihat harga cabai rawit merah di Kota Surakarta juga mencapai Rp. 83 ribu perkilogram.

Kenaikan harga cabai juga terjadi di Kota Salatiga, dimana dalam sepekan kenaikan harga cabai rawit keriting naik hampir Rp 20 ribu yang kini mendekati Rp 80 ribu perkilogram.

Kenaikan harga tersebut tak hanya dikeluhkan oleh pedagang, namun juga masyarakat. Umi (60), pedagang cabai di Pasar Sampangan Kota Semarang mengaku kebingungan menjual cabai di tengah meroketnya harga. Bahkan Umi hanya mampu membeli 2 kilogram cabai rawit merah untuk ia jual kembali.

“Sebelum naik saya berani beli 5 kilogram, tapi sekarang hanya mampu 2 kilogram saja,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (8/6/2022).

Dilanjutkannya, dari distributor ia diberi harga Rp 80 ribu perkilogramnya. Menurutnya, banyak pembeli yang protes karena kenaikan harga sangat tinggi tersebut.

“Alhasil saya jual Rp 90 ribu perkilogram, namun untuk 1/4 kilogram saya hargai Rp 25 ribu. Tapi mau bagaimana lagi, dari sananya sudah mahal,” ucapnya.

Keluhan itu juga diungkapkan Sari (40), warga Gajahmungkur Kota Semarang. Sebagai ibu rumah tangga, ia keberatan dengan harga cabai yang terus meroket.

“Pekan lalu Rp. 70 ribu, sekarang hampir Rp. 100 ribu perkilogram. Berat kalau untuk ibu rumah tangga,” paparnya.

Ia menuturkan, lebih memilih membeli saus atau sambal kemasan ketimbang cabai. Ia mengakui setiap tahun pasti ada kenaikan harga tanpa adanya solusi.

“Karena kalau beli cabai seperempat lebih mahal. Gaji suami juga naiknya tak seberapa, tapi harga cabai dan bahan pangan melambung tinggi. Sebagai masyarakat kecil seperti saya bingung untuk mencukupi kebutuhan,” imbuhnya.

Sementara itu, produksi cabai di centra pertanian cabai yang terletak di lereng Gunung Slamet menurun. Hal tersebut juga terjadi di Desa Ceklatakan Kecamatan Polosari, Kabupaten Pemalang.

Apalagi hasil pertanian cabai di desa tersebut dikirim ke berbagai wilayah di Jateng. Bahkan penurunan produktivitas pertanian cabai di desa tersebut mencapai 50 persen lebih.

Kondisi itu berdampak pada kenaikan harga cabai di wilayah Jateng yang kini tembus di angka Rp 80 sampai Rp 100 ribu perkilogram. Sutrisno, petani cabai di Desa Ceklatakan, penurunan produksi disebakan sejumlah faktor seperti cuaca buruk yang melanda lereng Gunung Slamet berakibat biaya tanam cabai juga melejit.

“Di desa kami yang biasanya bisa menghasilkan cabai 50 ton, kini hanya 10 sampai 20 ton setiap hari,” katanya saat dihubungi.

Ia mengatakan, hujan yang terus melanda lereng Gunung Slamet membuat harga pupuk dan obat-obatan juga melambung. Mahalnya pupuk dan obat-obatan membuat petani meninggalkan untuk menanam vabai cabai.

“Semua jenis pupuk dan obat-obatan semua naik, yang biasanya pupuk Rp 50 ribu kini bisa Rp 120 ribu perkarung. Di tempat kami setidaknya 20 hingga 30 hektar ditanami cabai, karena semua mahal kini hanya 15 hektar yang ditanami cabai. Sisanya kentang dan jeruk,” jelasnya.

BACA JUGA :

Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Impactful Regional Leadership pada ajang Solopos Best Brand & Innovation Award 2026 di The Alana Solo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (17/7/2026). Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas kepemimpinannya dalam mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta mewujudkan pembangunan kolaboratif yang berdampak bagi masyarakat Jawa Tengah.
Investasi Tumbuh, UMKM Menguat, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para Ketua PCNU se-Jawa Tengah saat Silaturahim PCNU di Salatiga, Rabu (15/7/2026), sebagai ikhtiar memperkuat persatuan organisasi dan menghadirkan kepemimpinan yang berdaulat, bermartabat, serta bermanfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Silaturahim Bersama PCNU se-Jawa Tengah, Gus Rozin Nyatakan Siap Maju pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
PT Jasamarga Semarang Batang melakukan uji kekesatan (Skid Resistance Test) di Ruas Tol Semarang–Batang sebagai bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pengujian ini bertujuan mengukur daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan agar risiko kendaraan tergelincir dapat diminimalkan, sekaligus menjadi dasar pelaksanaan pemeliharaan demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan tol.
Ternyata Jalan Tol Rutin Jalani Uji Kekesatan Jalan, Apa Itu dan Mengapa Penting?

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta