[adinserter name="Block 1"]
[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Pelajar SMK Didorong Jadi Entrepreneur

Pelajar SMK Didorong Jadi Entrepreneur

Pelajar SMK Didorong Jadi Entrepreneur

RASIKAFM.COM | UNGARAN - UMKM Center Kabupaten Semarang memperluas kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraha (Disdikbudpora) setempat untuk mendorong lahirnya pelaku usaha (entrepreneur) dari kalangan pelajar SMK.

Kerjasama ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan berbagai pelatihan untuk menstimulasi kreativitas dan semangat berwirausaha di kalangan pelajar SMK yang ada di Kabupaten Semarang.

“Selain peningkatkan kapasitas sekitar 700-an pelaku usaha (entrepreneur), kami juga melaksanakan peran sebagai penggagas kewirausahaan,” ujar Koordinator Pengembangan SDM UMKM Center Kab.semarang, Budi Prasetyawan, Kamis (9/2/2023).

Alasan mengapa menyasar siswa pelajar SMK di Kabupaten Semarang, karena mereka para siswa SMK telah mendapatkan bekal keilmuan sekaligus ketrampilan. Terlebih sekarang era Kurikulum Merdeka, di mana SMK tidak hanya mencetak para lulusan yang siap kerja, namun juga lulusan yang siap berwirausaha agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

“Karena kalau ke perusahaan atau industri, nanti sekolahnya di SMK pertanian, kerjanya di industri konveksi. Ini kan tidak linier dengan disiplin ilmunya,” tegasnya.

Budi mengatakan, selain kegiatan rutin pertemuan klaster (evaluasi, penguatan kapasitas hingga penyusunan program) dan promo produk, lanjut Budi, pihaknya juga aktif berkolaborasi dengan OPD terkait di lingkungan Pemkab Semarang.

“Seperti yang kami lakukan kali ini dengan Disdikbudpora Kabupaten Semarang dengan menyasar para pelajar siswa SMK,” jelasnya.

Jadi sebagai wadah para praktisi, UMKM Center Kabupaten Semarang yang memiliki tujuh klaster yakni kuliner, kemasan basah, kemasan kering, kopi, fesyen, craft serta bahan dan jasa, juga ingin menstimulasi kreativitas siswa SMK.

“Saat ini yang sudah kami lakukan di SMKN Jambu, Kecamatan Jambu dan SMKN Bawen,” ungkapnya.

Selain itu, untuk jurusan- jurusan yang ada di SMK hampir semua UMKM Center Kab. Semarang punya praktisi di tiap- tiap klaster, yakni para pelaku UMKM yang kini terwadahi. Misalnya untuk pelajar jurusan boga, ada klaster kuliner.

“Kemudian dengan jurusan tata busana, kami juga punya klaster fesyen dan seterusnya termasuk klaster craft,” pungkasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani