URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Resmob Polda Jateng dan Polres Semarang berhasil menangkap empat pelaku penyerangan terhadap dua remaja di depan toko mainan Dino Toys, Ungaran. Berita ini telah membuat masyarakat resah dan beredar luas di media sosial. Pelaku dan barang bukti telah diamankan, dan penyidikan sedang dilakukan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pelaku Penyerangan di Exit Tol Ungaran Ditangkap, Satu Buron

Pelaku Penyerangan di Exit Tol Ungaran Ditangkap, Satu Buron

Pelaku Penyerangan di Exit Tol Ungaran Ditangkap, Satu Buron

Empat dari lima pelaku penyerangan di exit tol Ungaran berhasil ditangkap Resmob Polda Jateng dan Polres Semarang, Selasa (28/3/2023).

(Foto/ IST

Empat dari lima pelaku penyerangan di exit tol Ungaran berhasil ditangkap Resmob Polda Jateng dan Polres Semarang, Selasa (28/3/2023).
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Resmob Polda Jateng bersama Polres Semarang berhasil menangkap pelaku penyerangan terhadap dua orang remaja di sekitar exit tol Ungaran, atau tepatnya di depan toko mainan Dino Toys, Jalan Letjend Soeprapto pada Minggu (26/3/2023) dini hari lalu.

Video peristiwa penyerangan itupun sempat beredar luas di jagad maya dan membuat masyarakat Kabupaten Semarang Resah. Berbekal rekaman CCTV, empat orang berhasil diamankan berikut barang buktinya pada Selasa (28/3/2023) malam. [irp posts=”58202″ ]

“Atas pengumpulan barang bukti dan pemeriksaan terhadap korban RH (16) dan AY (17) dimana keduanya warga Ungaran, tim Resmob Polres Semarang bersama Resmob Polda Jateng mengamankan empat dari lima pelaku,” ungkap Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra dalam keterangannya, Kamis (30/3/2023).

Kapolres menjelaskan, mereka yang berhasil diamankan masing-masing EM (16), KN (16), dan DS (18) ketiganya warga Kota Semarang, sedangkan satu pelaku AN (18) merupakan warga Kabupaten Semarang.

“Satu pelaku sudah ditetapkan sebagai DPO dan saat ini sedang dalam pengejaran,” tambahnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Kresnawan Hussein menerangkan saat ini pihaknya sedang melakukan penyidikan terhadap keempat pelaku tersebut.

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan adalah dua buah parang, dua unit sepeda motor, selembar bendera bertuliskan ‘Semarang Gangster’, empat unit handphone, dan satu helm,” ujarnya. (win)

BACA JUGA :

Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Semarang menurun menjadi 35 kasus pada semester pertama 2026 setelah sebelumnya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. DP3AKB Kabupaten Semarang menyampaikan penurunan tersebut saat peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026), sembari menegaskan perlindungan anak berkebutuhan khusus tetap diprioritaskan melalui pendampingan korban, pencegahan perundungan, serta penguatan layanan pendidikan inklusif dan rencana beasiswa bagi 1.682 anak inklusi pada 2027.
Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi
Satreskrim Polres Salatiga menangkap GR (50), buruh harian lepas asal Kabupaten Semarang, yang diduga berulang kali melakukan pencurian kendaraan bermotor. Pelaku diamankan di Banyudono, Boyolali, pada Jumat (18/7/2026) setelah penyelidikan atas laporan kehilangan Honda Supra 125 milik warga Kumpulrejo, Argomulyo, Salatiga. Polisi menyita sepeda motor korban beserta sejumlah barang bukti dan kini masih mengembangkan kasus untuk mengungkap dugaan aksi pencurian lain di wilayah Salatiga.
Buruh Harian Ditangkap usai Curi Motor di Salatiga, Polisi Dalami Dugaan Aksi Berulang
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga