URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
"Dalam rangka membangun komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan, PDAM akan terus berbenah. Maka kepuasan pelanggan itu menjadi kebanggan kami" Demikian diungkapkan Kepala Hubungan Pelanggan Surya Adji Pamungkas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pelayanan Air PDAM Kota Salatiga Sering Trouble Akibat Proyek Irigasi, Kepala Hubungan Pelanggan Meminta Maaf

Pelayanan Air PDAM Kota Salatiga Sering Trouble Akibat Proyek Irigasi, Kepala Hubungan Pelanggan Meminta Maaf

Pelayanan Air PDAM Kota Salatiga Sering Trouble Akibat Proyek Irigasi, Kepala Hubungan Pelanggan Meminta Maaf

Surya Adji kepala hubungan pelanggan (Poto dok ist)
Surya Adji kepala hubungan pelanggan (Poto dok ist)
featured-img

“Dalam rangka membangun komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan, PDAM akan terus berbenah. Maka kepuasan pelanggan itu menjadi kebanggan kami” Demikian diungkapkan Kepala Hubungan Pelanggan Surya Adji Pamungkas.

Adji mengungkapkan berkaitan akhir akhir ini sering terjadi ganguan itu disebabkan karena adanya pengerjaan proyek irigasi atau saluran air di Jalan Jendral Sudirman.

“Jadi adanya pembangunan itu mengakibatkan pipa kita banyak yang rusak atau pecah. Kepada pelanggan PDAM kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanannya,”katanya.

Adji menuturkan, adanya gangguan itu kami terus ngebut lakukan perbaikan pada waktu siang atupun sore dan terkhusus pada malam hari.

“Perbaikan kami lakukan pada malam hari karena memang situasi lalu lintas yang tidak memungkinkan untuk siang hari. Sehingga kami harus melaksanakan kegiatan itu malam hari bahkan kami pernah melakukan perbaikan dua kali 24 jam tanpa henti. Jadi malam kita cari kita benahi lalu paginya kita perbaiki lagi,”tuturnya.

Ketika ditanya apakah ada koordinasi dengan pihak pelaksana proyek, Adji menuturkan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi. Namun yang namanya pembangunan dan pipa itu ada di bawah tanah sehingga kemungkinan besar dari pelaksana proyek juga tidak bisa memperkirakan.

“Beberapa titik saat ini mengalami trouble, sehingga hampir seluruh kegiatan PDAM mengalami kemacetan dan kami berjanji akan cepat mengatasi itu. Prinsipnya kami akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,”tandasnya.

Petugas gabungan saat mengecek pipa pdam yang pecah dijalan jensud Salatiga (Poto dok bang harju)

Adji menambahkan, kalaupun masyarakat menghendaki untuk kami bantu melalui droping air tangki kami siap 24 jam. Artinya pelanggan harus menyiapkan tempat penampungan air, dan layanan itu gratis.

“Kami berikan gratis karena itu sebagai bentuk pelayanan kami dan tanggung jawab kami atas kemacetan tersebut,”tandasnya.

Dengan adanya kendala kami juga merespon cepat keluhan pelanggan dan berkaitan informasi bisa dipantau melalui akun media sosial kami maupun nomor pengaduan pelanggan.

Pipa PDAM sudah ada sejak tahun 1921

Berkaitan peralon pecah akibat pelaksanaan proyek, Adji menyampaikan bahwa sebenarnya pihak pelaksana proyek sudah berkoordinasi dengan tim PDAM yang berada dilapangan. Namun karena pipa yang berada didalam tanah sudah ada sejak tahun 1921 atau zaman penjajahan Belanda, sehingga keberadaanya tidak diketahui.

“Pipa yang lawas itu memang mudah pecah. Beda dengan sekarang yang menggunakan pipa paralon tentunya lebih tahan,”ungkapnya.

Disinggung dampak dari pelaksanaan proyek apakah PDAM mengalami kerugian, Adji menuturkan pasti dirugikan. Terlebih adanya pelanggan yang komplain.

“Kita inikan penjualan air, bilamana kami mengalami kemacetan sehingga air tidak terdistribusi ke masyarakat artinya kita akan berdampak terhadap pendapatan. Maka dari itu kita meminimalisir ketika ada kejadian segera kita tangani supaya pasokan air tetap lancar,”pungkasnya.

BACA JUGA :

Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jawa Tengah dan DIY tidak disebabkan kelangkaan Biosolar. Stok Biosolar tercatat mencapai 13,5 kali konsumsi harian normal dan Pertalite 11,5 kali, sementara perusahaan memantau persediaan secara real-time serta mengirim pasokan tambahan dari depot terdekat saat stok menurun.
Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kelangkaan
Rumpun bambu di belakang rumah warga di RT 03 RW 06, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Api diduga berasal dari pembakaran ban sepeda motor bekas di dekat lokasi, lalu berhasil dipadamkan oleh Damkar Kota Salatiga bersama aparat dan warga tanpa menimbulkan korban jiwa.
Aparat Bersatu Padu Padamkan Api yang Menghanguskan Pohon Bambu

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pemerintah Kabupaten Semarang memproyeksikan pendapatan daerah 2027 sebesar Rp1,92 triliun, turun Rp399,89 miliar dari APBD 2026 akibat berkurangnya pendapatan asli daerah dan transfer pemerintah. Bupati...
Mozza Axillia Gunarsa, remaja 18 tahun asal Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, belum ditemukan setahun setelah meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025. Keluarga bersama polisi telah menelusuri sejumlah petunjuk di Semarang, Yogyakarta, Jombang, Indramayu, hingga Solo, tetapi belum menemukan keberadaannya dan berharap Mozza segera pulang.
Setahun Hilang, Keberadaan Gadis Asal Bergas Masih Misterius. Ayahanda: "Pulang, Nak. Katanya mau kuliah di Undip"
Mozza Axillia Gunarsa, remaja 18 tahun asal Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, belum ditemukan setahun setelah meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025. Keluarga bersama polisi telah menelusuri sejumlah...
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
PDAM Kota Salatiga memastikan pasokan air bersih bagi pelanggan tetap aman pada musim kemarau meski debit Umbul Senjoyo mulai menurun. Direktur Utama PDAM Salatiga Imron Cahyadi menyampaikan hal itu saat...
10 Juli 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 05.00–08
10 Juli 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 05.00–08.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,8 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut di Semarang mencapai 0,8 meter pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 05.00–08.00 WIB. Kenaikan muka air laut pada pagi hari berpotensi...
10 Juli 2026 Cuaca Semarang Cerah, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah
10 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Jumat, 10 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat...
Muat Lebih

POPULER

Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting
Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut