KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pelayanan Air PDAM Kota Salatiga Sering Trouble Akibat Proyek Irigasi, Kepala Hubungan Pelanggan Meminta Maaf

Pelayanan Air PDAM Kota Salatiga Sering Trouble Akibat Proyek Irigasi, Kepala Hubungan Pelanggan Meminta Maaf

Pelayanan Air PDAM Kota Salatiga Sering Trouble Akibat Proyek Irigasi, Kepala Hubungan Pelanggan Meminta Maaf

Surya Adji kepala hubungan pelanggan (Poto dok ist)

“Dalam rangka membangun komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan, PDAM akan terus berbenah. Maka kepuasan pelanggan itu menjadi kebanggan kami” Demikian diungkapkan Kepala Hubungan Pelanggan Surya Adji Pamungkas.

Adji mengungkapkan berkaitan akhir akhir ini sering terjadi ganguan itu disebabkan karena adanya pengerjaan proyek irigasi atau saluran air di Jalan Jendral Sudirman.

“Jadi adanya pembangunan itu mengakibatkan pipa kita banyak yang rusak atau pecah. Kepada pelanggan PDAM kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanannya,”katanya.

Adji menuturkan, adanya gangguan itu kami terus ngebut lakukan perbaikan pada waktu siang atupun sore dan terkhusus pada malam hari.

“Perbaikan kami lakukan pada malam hari karena memang situasi lalu lintas yang tidak memungkinkan untuk siang hari. Sehingga kami harus melaksanakan kegiatan itu malam hari bahkan kami pernah melakukan perbaikan dua kali 24 jam tanpa henti. Jadi malam kita cari kita benahi lalu paginya kita perbaiki lagi,”tuturnya.

Ketika ditanya apakah ada koordinasi dengan pihak pelaksana proyek, Adji menuturkan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi. Namun yang namanya pembangunan dan pipa itu ada di bawah tanah sehingga kemungkinan besar dari pelaksana proyek juga tidak bisa memperkirakan.

“Beberapa titik saat ini mengalami trouble, sehingga hampir seluruh kegiatan PDAM mengalami kemacetan dan kami berjanji akan cepat mengatasi itu. Prinsipnya kami akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,”tandasnya.

Petugas gabungan saat mengecek pipa pdam yang pecah dijalan jensud Salatiga (Poto dok bang harju)

Adji menambahkan, kalaupun masyarakat menghendaki untuk kami bantu melalui droping air tangki kami siap 24 jam. Artinya pelanggan harus menyiapkan tempat penampungan air, dan layanan itu gratis.

“Kami berikan gratis karena itu sebagai bentuk pelayanan kami dan tanggung jawab kami atas kemacetan tersebut,”tandasnya.

Dengan adanya kendala kami juga merespon cepat keluhan pelanggan dan berkaitan informasi bisa dipantau melalui akun media sosial kami maupun nomor pengaduan pelanggan.

Pipa PDAM sudah ada sejak tahun 1921

Berkaitan peralon pecah akibat pelaksanaan proyek, Adji menyampaikan bahwa sebenarnya pihak pelaksana proyek sudah berkoordinasi dengan tim PDAM yang berada dilapangan. Namun karena pipa yang berada didalam tanah sudah ada sejak tahun 1921 atau zaman penjajahan Belanda, sehingga keberadaanya tidak diketahui.

“Pipa yang lawas itu memang mudah pecah. Beda dengan sekarang yang menggunakan pipa paralon tentunya lebih tahan,”ungkapnya.

Disinggung dampak dari pelaksanaan proyek apakah PDAM mengalami kerugian, Adji menuturkan pasti dirugikan. Terlebih adanya pelanggan yang komplain.

“Kita inikan penjualan air, bilamana kami mengalami kemacetan sehingga air tidak terdistribusi ke masyarakat artinya kita akan berdampak terhadap pendapatan. Maka dari itu kita meminimalisir ketika ada kejadian segera kita tangani supaya pasokan air tetap lancar,”pungkasnya.

Kabar Terkini

POPULER

Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
BMKG memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Sabtu, 26 September 2026, didominasi cerah hingga berawan. Hasil observasi di Semarang pukul 05.30 WIB mencatat suhu 26,9°C dan kelembapan 72 persen, dengan angin tenggara 9 km/jam. Hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah pegunungan, dataran tinggi, dan sekitarnya.
26 September 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Jateng Berpotensi Hujan di Pegunungan
Pemkab Semarang memanfaatkan ganti kerugian aset daerah terdampak Tol Jogja-Bawen senilai sekitar Rp112 miliar untuk membangun fasilitas publik di Bawen. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjelaskan pembangunan dilakukan dalam bentuk tanah dan bangunan pengganti, meliputi kantor kelurahan, RTH, balai RW, serta gedung TK dan SD yang terdampak proyek tol.
Rp40 Miliar Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen Disulap Jadi Fasilitas Publik di Bawen, Ditarget Rampung Februari 2027
[pekok2]