URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Tren motor jadul kembali diminati anak muda dan membuka peluang usaha. Dio Oky Putra, pemilik Dio Sun Motor Salatiga, menjual motor lawas orisinal maupun restorasi di Bugel, Sidorejo. Sejak beberapa tahun terakhir, ia memasarkan secara online hingga luar daerah karena tingginya permintaan kolektor.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemuda asal Salatiga ini Bisnis Motor Lawas, Sekarang Raup Untung Jutaan Rupiah

Pemuda asal Salatiga ini Bisnis Motor Lawas, Sekarang Raup Untung Jutaan Rupiah

Pemuda asal Salatiga ini Bisnis Motor Lawas, Sekarang Raup Untung Jutaan Rupiah

Belasan motor jadul di Dio Sun Motor Salatiga.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Tren gaya hidup zaman dulu atau jadul, dengan segala aksesorisnya kini kembali diminati kalangan anak muda, Tak terkecuali gaya naik motor jadul.

Hal tersebut jugalah yang membuka peluang usaha baru yang bisa menghasilkan uang. Salah satunya adalah sepeda motor lawas atau zaman dahulu (jadul) yang mulai dilirik sebagai kendaraan untuk kegiatan keseharian.

Salah satu yang melihat peluang bisnis ini adalah Dio Oky Putra, 33, pemilik Dio Sun Motor Salatiga. Dia mengaku memilih bisnis motor jadul karena peminatnya saat ini cukup banyak. Di dealer miliknya yang berada di Bugel, Kecamatan Sidorejo,Kota Salatiga, Dio menjual sepeda motor jadul baik yang orisinal maupun yang sudah direstorasi.

“Semua motor lawas ada peminatnya, tergantung selera. Tapi saat ini yang banyak dicari adalah Honda 70 atau pitung dan Honda Win,” ungkapnya.

Meski begitu pihaknya juga memiliki stok motor lawas berbagai merk dan jenis, termasuk Vespa. Diantaranya Honda Grand, Prima, Supra, Suzuki RC Bravo, Kaze, RX King.

“Namun stok ini tergantung keadaan juga, kadang ada tapi juga bisa juga pas kosong karena sudah laku,” kata Dio.

Dio mengatakan, antara motor orisinal dan yang restorasi, memiliki pangsa pasar masing-masing. Penggemarnya juga bisa dikatakan berimbang. Namun yang soal harga motor orisinal harganya lebih tinggi karena untuk mendapatkan barangnya juga lebih susah.

Dio mengungkapkan dirinya juga menjalani penjualan secara online dan telah melakukan pengiriman ke beberapa daerah di Indonesia.

“Malah yang paling banyak itu konsumen luar daerah, kolektor dari daerah lain. Kalau yang lokal, itu paling kisaran 10 persen dari Salatiga, Solo, Semarang, Yogya,” ujarnya.

Untuk harga, kata Dio, dia mengaku menyesuaikan dengan harga kulakan atau yang didapat dari pemakai. Penentuan ini juga tergantung kondisi motor dan kelangkaannya.

“Saat ini untuk stok yang paling mahal ada Vespa Kongo VGLB harga Rp 225 juta, yang pasti pecinta Vespa sudah paham faktor yang membuat mahal. Kalau yang termahal yang pernah saya jual itu Vespa Kongo dijual di angka Rp 200 juta, nilai sejarah Vespa tersebut dan jumlah yang terbatas membuat harganya menjadi mahal,” kata Dio.

Dio mengatakan, untuk mendapatkan motor lawas dirinya melakukan hunting ke beberapa daerah. Hal tersebut menjadi keahlian tersendiri untuk mencari motor tua yang dalam kondisi baik.

“Itu seninya soal motor lawas ini, selain itu juga ada supplier dari berbagai kota atau yang paling sering dapat penawaran dari pengikut media sosial,” paparnya.

Menurut Dio, untuk perawatan motor lawas pasti berbeda dengan motor baru. Sebab karena motor klasik antik dan langka, jadi perawatan lebih ekstra dibanding motor keluaran terbaru. “Tapi tidak perlu dikhawatirkan, karena masih tergolong gampang, sparepart-nya pun melimpah,” ujar dia.

Dio mengatakan, bermain di motor lawas ini tantangannya terus bertambah. Selain faktor persaingan karena pelaku usahanya semakin banyak, juga untuk mendapatkan bahan motor yang akan direstorasi harus lebih meluas.

“Karena juga tidak mudah mendapatkannya dan terus menambah relasi untuk banyak mendapatkan info tentang unit tersebut,” tandasnya.

BACA JUGA :

Bank Indonesia mencatat pengguna QRIS di Jawa Tengah mencapai 9,08 juta hingga Juni 2026, menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan jumlah pengguna terbesar ketiga secara nasional. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan pembayaran digital, sementara jumlah merchant QRIS mencapai 4,52 juta dan menjadi yang terbesar keempat secara nasional.
Pengguna QRIS di Jateng Tembus 9,08 Juta, Terbesar Ketiga Nasional
Bank Indonesia Jawa Tengah mewaspadai dampak kekeringan pada semester II 2026 terhadap produksi pangan dan stabilitas harga. Dalam Media Briefing di Pekalongan, Kamis (13/8/2026), BI mencatat Jawa Tengah mengalami deflasi 0,13 persen pada Juli dengan inflasi tahunan sekitar 2,6 persen, namun tetap mengantisipasi gejolak harga komoditas pangan.
BI Jateng Waspadai Dampak Kekeringan, Pengendalian Inflasi Diperkuat
bri
Dorong UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp 944 Miliar Hingga Juli 2026
Perekonomian Jawa Tengah tetap tumbuh pada triwulan II 2026 dengan dukungan konsumsi rumah tangga, investasi, industri pengolahan, dan perdagangan. Konsumsi tumbuh 4,31 persen, investasi 8,84 persen dengan realisasi Rp25,53 triliun, industri pengolahan 5,03 persen, dan perdagangan 7,52 persen. Sektor akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,80 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh, Industri dan Perdagangan Jadi Penopang
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.
Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved