URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Jasad seorang wanita ditemukan terbungkus kardus di tepi jalan arah Desa Pasir atau dekat bekas Kantor Perairan Wilayah Kecamatan Mijen Kabupaten Demak pada Rabu (10/8/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Penemuan Jasad Wanita Terbungkus Kardus di Demak

Penemuan Jasad Wanita Terbungkus Kardus di Demak

Penemuan Jasad Wanita Terbungkus Kardus di Demak

featured-img

SEMARANG – Jasad seorang wanita ditemukan terbungkus kardus di tepi jalan arah Desa Pasir atau dekat bekas Kantor Perairan Wilayah Kecamatan Mijen Kabupaten Demak pada Rabu (10/8/2022).

Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buon mengatakan, tubuh korban ditemukan sekira pukul 16.00 WIB oleh warga sekitar dengan masih mengenakan pakaian lengkap.

AKBP Budi menerangkan, jasad wanita malang itu ditemukan oleh warga bernama Muhammad Latif ketika sedang mencari rumput. Saat itu ia mencium bau bangkai di sekitar lokasi penemuan dan menemukan ada sebuah kardus yang dibungkus rapih dengan lakban.

“Selanjutnya karena saksi tidak berani membuka kardus tersebut kemudian saksi memanggil warga lainnya selanjutnya membuka kardus tersebut dengan menggunakan sebatang besi dan kedua saksi melihat adanya kerangka tangan yang diduga tangan manusia dari dalam kardus tersebut,” ujar AKBP Budi seperti keterangan tertulis yang diterima, Kamis (11/8/2022).

Mengetahui hl tersebut, kemudian kedua saksi melaporkannya ke Polsek Mijen Demak. Polisi pun langsung melakukan olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga Demak.

“Kita berkoordinasi dengan Biddokes Polda Jateng untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban,” imbuhnya.

Saat ini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban untuk mengetahui penyebab secara pasti meninggalnya korban.

BACA JUGA :

Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved