URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Lapas Perempuan  Kota Semarang, meresmikan Lapas Bersih dari Narkoba (Bersinar) pada Senin (22/11//2021).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Peresmian Lapas Bersinar, Lapas Perempuan Kota Semarang Diharapkan Jadi Contoh Bebas Narkoba

Peresmian Lapas Bersinar, Lapas Perempuan Kota Semarang Diharapkan Jadi Contoh Bebas Narkoba

Peresmian Lapas Bersinar, Lapas Perempuan Kota Semarang Diharapkan Jadi Contoh Bebas Narkoba

featured-img

SEMARANG – Lapas Perempuan  Kota Semarang, meresmikan Lapas Bersih dari Narkoba (Bersinar) pada Senin (22/11//2021).

Dalam kegiatan itu dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Provinsi  (BNNP) Jawa Tengah Purwo Cahyoko, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah A Yuspahruddin, dan juga Gubernur Jawa tengah Ganjar pranowo yang diwakili oleh Asisten Kesejahteraan Masyarakat Yulianto Prabowo.

Yulianto Prabowo dalam sambutannya mengapresiasi oleh Lapas Perempuan Kota Semarang dan berharap jadi contoh untuk lapas lain.

“Semoga menjadi contoh untuk lapas yang lainnya, dan terus tingkatkan, inilah kerja lapas untuk tetap menjadi lapas bebas narkotika,” kata Yulianto.

Sementara itu, Kepala BNNP Jateng  Purwo Cahyoko mengapresiasi peresmian Lapas Bersinar ini. Menurutnya, bebas dari narkoba tidak hanya dilakukan di lapas saja akan tetapi juga di daerah-daerah  maupun tempat dunia pendidikan.

“Kami sudah komitmen akan membentuk daerah-daerah bersinar, baik itu desa, lapas bersinar, kampus bersinar, kalau daerah-daerah itu sudah bersinar semua,sudah bergerak berharap Indonesia akan juga bersinar yaitu bersih dari narkoba,” bebernya.

Purwo juga ingin mengubah sudut pandang masyarakat terkait peredaran narkotika biasanya banyak berada di lapas itu sendiri. Dengan meresmikan Lapas Bersinar bisa menjadi contoh lapas yang lain dan merubah sudut pandang negatif masyarakat.

Menurut Purwo Lapas Bersinar menjadi contoh lapas yang lain mulai dari pencegahan, pemberantasan, pemberdayaan dan termasuk didalamnya ada rehabilitasi. Ini juga sebagai jawaban yang selama ini selalu masyarakat mempunyai stigma negatif terhadap lapas.

“Alhamdulillah tidak kasus ada yang muncul dari kelas lapas 2 semarang ini. Makanya ini bisa menjadi contoh,” pungkasnya.

Sementara, Kakanwil Jawa tengah, A Yuspahruddin mengatakan pihaknya akan membuat lebih banyak lagi Lapas Bersinar.

“Baik saya sudah janji dengan kepada kepala BNNP bahwa kita akan mengeluarkan seluruh lapas kita ajak semuanya, untuk bisa ditiru kesemua lapas perempuan,” tuturnya

Meskipun mendapatkan beberapa kendala ataupun kesulitan, akan tetapi pihaknya yakin bisa terus mewujudkan lapas bersinar dengan bekerja sama dengan pihak terkait.

“Memang ini pekerjaan berat tapi kita harus melakukan. Pasti ada kendalanya seperti over kapasitas ,kekurangan petugas. Akan tetapi kita tidak boleh diam untuk membuat semua lapas bisa bersinar,” imbuhnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon