URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Perguruan Tinggi di Kudus Dipersilakan Gelar Simulasi PerkuliahanTatap Muka

Perguruan Tinggi di Kudus Dipersilakan Gelar Simulasi PerkuliahanTatap Muka

Perguruan Tinggi di Kudus Dipersilakan Gelar Simulasi PerkuliahanTatap Muka

featured-img

Kampus Universitas Muria Kudus, (fOTO/IST)

RASIKAFM – Pemerintah Kabupaten Kudus mempersilakan perguruan tinggi untuk melakukan simulasi perkuliahan tatap muka, mengingat sekolah tingkat SMP hingga SMA dan sederajat juga mulai mempersiapkan diri untuk hal yang sama. Jika sudah memenuhi persyaratan, termasuk Kudus sudah menjadi zona aman dari penyebaran COVID-19 bisa langsung dijalankan perkuliahan tatap muka.

Pelaksana tugas Bupati Kudus Hartopo, mengatakan, Untuk sekolah tingkat SMP hingga SMA dan sederajat, memang sudah mempersiapkan diri karena sebelumnya semua gurunya juga menjalani vaksinasi COVID-19. Sekolah yang diizinkan menjalani simulasi pembelajaran tatap muka, juga harus berada di zona aman penularan COVID-19. Sedangkan Kabupaten Kudus sendiri saat ini diklaim berada di zona kuning dengan tingkat penularan yang cukup rendah.

Menanggapi pernyataan Plt Bupati Kudus, Rektor UMK Darsono mengakui prinsip dasar mengikuti regulasi daerah, sedangkan saat ini PPKM berskala mikro juga masih berjalan hingga 5 April 2021. Untuk membuka kembali perkuliahan secara tatap muka, UMK bersikap hati-hati karena pandemi sulit diprediksi kapan bisa berakhir.
Selain itu, UMK juga masih menunggu regulasi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI Jateng terkait perkuliahan tatap muka di masa pandemi COVID-19.

BACA JUGA :

Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved