KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Permudah Calon Jamaah Haji, Kemenag Salatiga Gelar Pembuatan Paspor Secara Kolektif.

Permudah Calon Jamaah Haji, Kemenag Salatiga Gelar Pembuatan Paspor Secara Kolektif.

Permudah Calon Jamaah Haji, Kemenag Salatiga Gelar Pembuatan Paspor Secara Kolektif.

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Bertempat di Hotel Laras Asri Salatiga, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Salatiga menggelar pembuatan paspor jamaah haji secara kolektif.
tujuan pembuatan paspor tersebut untuk mempermudah calon jamaah haji.

Kepala Kemenag Salatiga Taufiqur Rahman menyebut kegiatan yang bekerjasama dengan Kantor Imigrasi kelas 1 Semarang itu merupakan program Eazy Paspor. Pembuatan paspor secara jemput bola.

“Ini pembuatan dan sekaligus penyelesaian pembuatan paspor jamaah haji yang berangkat tahun 2023, dengan cara jemput bola,” terang Taufiq kepada wartawan Senin (13/2/2023).

Dijelaskan dengan program Eazy Paspor ini jamaah haji tidak perlu jauh-jauh datang ke Semarang untuk mengurus paspor.

“Cukup berkumpul di tempat ini, karena teman-teman dari kantor imigrasi kelas 1 Semarang menyelesaikan paspornya di Kota Salatiga ini,” jelasnya.

Kegiatan ini merupakan kedua kalinya yang dilakukan Kemenag Salatiga. Menurutnya program ini juga bisa ditiru daerah lain, untuk mempermudah calon jamaah haji.

Sementara Kepala Sub Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas 1 Semarang Raden Satrio Wibowo menjelaskan pelayanan Eazy Paspor ini merupakan inovasi dimana pemohon paspor tidak perlu datang ke kantor imigrasi.

“Cukup dari kita kantor imigrasi Semarang datang ke perusahaan atau instansi, baik itu sekolah ataupun yayasan. Jadi tidak perlu lagi ke kantor imigrasi Semarang,” ungkapnya.

Dikatakan syarat untuk mendapatkan pelayanan imigrasi dengan jemput bola ini minimal ada 30 orang pemohon paspor. Salah satunya yang dilakukan Kemenag Salatiga dengan pembuatan paspor haji.

“Prosesnya setelah tiga hari setelah foto pembayaran sudah bisa digunakan. Untuk saat ini foto wawancara dilakukan selama dua hari disini,” terangnya.

Sementara seorang calon jamaah haji asal Cebongan, Kota Salatiga Sholihin mengaku senang dengan adanya Eazy Paspor ini.

“Iya sangat memberikan kemudahan. Saya berterima kasih kepada Kementerian Agama,” katanya.

Sholihin membeberkan syarat yang ia bawa untuk mengurus paspor ini adalah KTP asli, Kartu Keluarga (KK) asli, dan Surat nikah atau akte kelahiran asli.

Kepala Kemenag Salatiga Taufiqur Rahman (Video Arief Rasika)

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan alokasi 300 liter air per detik dari Bendungan Jragung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang. Air tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air bersih, industri, pertanian, dan pariwisata, terutama di Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Pemkab juga mendorong pengembangan wisata dengan memprioritaskan Desa Candirejo.
Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga

KNOWLEDGE

Kabar Terkini

                          
```html ```