KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pilkada Kabupaten Semarang: Ngesti Nugraha-Nur Arifah Ditetapkan Sebagai Pemenang, Nurul Huda-Yarmuji Pilih Tak Hadiri Penetapan

Pilkada Kabupaten Semarang: Ngesti Nugraha-Nur Arifah Ditetapkan Sebagai Pemenang, Nurul Huda-Yarmuji Pilih Tak Hadiri Penetapan

Pilkada Kabupaten Semarang: Ngesti Nugraha-Nur Arifah Ditetapkan Sebagai Pemenang, Nurul Huda-Yarmuji Pilih Tak Hadiri Penetapan

Ketua KPU Kabupaten Semarang Bambang Setyono menyerahkan salinan Surat Keputusan penetapan paslon terpilih Bupati dan Wakil Bupati Semarang 2024 kepada pasangan Ngesti Nugraha-Nur Arifah di aula lantai 3 sekretariat KPU setempat, Kamis (9/1/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang secara resmi menetapkan pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Ngesti Nugraha-Nur Arifah, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Semarang terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Penetapan dilakukan melalui rapat pleno terbuka di KPU setempat pada Senin (6/1/2025), setelah dipastikan tidak ada gugatan yang terdaftar di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua KPU Kabupaten Semarang, Bambang Setyono, menyampaikan bahwa penetapan ini dilakukan berdasarkan surat dari KPU RI terkait hasil pemilihan.

“Kami melihat tidak ada register gugatan di KPU Kabupaten Semarang. Oleh karena itu, kami menetapkan paslon nomor urut 1 dengan perolehan suara 445.567 atau 80,26 persen, unggul atas paslon nomor urut 2,” ujarnya.

Bambang juga mengapresiasi tingkat partisipasi masyarakat yang mencapai 74,8 persen. Menurutnya, capaian tersebut sangat baik berkat kerja keras tim di tingkat PPS dan PPK yang terus menggalakkan sosialisasi.

“Namun, kami menyadari pentingnya pendidikan politik lebih lanjut, terutama di wilayah terluar, terjauh, dan terpencil, untuk meningkatkan partisipasi pemilih di pemilu mendatang,” tambahnya.

Rapat pleno kali ini tidak dihadiri oleh paslon nomor urut 2, Nurul Huda-Yarmuji. Meski demikian, tim kampanye paslon tersebut hadir sebagai perwakilan.

“Ketidakhadiran ini adalah hak masing-masing. Kami sudah mengirimkan undangan, mungkin mereka berhalangan hadir,” paparnya.

Bambang menambahkan, sesuai arahan KPU Provinsi Jawa Tengah, proses pelantikan menunggu informasi lebih lanjut dari KPU RI.

“Tugas kami selanjutnya adalah mengusulkan pelantikan calon terpilih. Selain itu, kami akan terus melakukan sosialisasi pendidikan pemilih, khususnya di wilayah 3T, agar kesadaran masyarakat dalam berpartisipasi pada pemilu mendatang meningkat,” imbuhnya.

Sementara calon bupati terpilih, Ngesti Nugraha, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak atas terciptanya suasana kondusif selama tahapan Pilkada.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan yang luar biasa sehingga pasangan MUTIARA bisa memperoleh kemenangan 80,26 persen. Kami berkomitmen membangun Kabupaten Semarang menjadi wilayah yang ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi, serta semakin sejahtera,” urainya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]