RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebuah pohon petai setinggi sekitar 20 meter patah dan menimpa rumah milik Mutiah, warga Dusun Lerep RT 7 RW 2, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Selasa (3/2/2026).
Sebelum roboh menimpa rumah, pohon petai terlebih dahulu menghantam pohon alpukat di dekatnya hingga keduanya ambruk ke arah bangunan. Akibat kejadian itu, atap rumah berbahan galvalum mengalami kerusakan berat. Empat ruangan terdampak, yakni ruang tamu, ruang tengah, serta dua kamar tidur.
Adinda Ananta (22), anak pemilik rumah, menuturkan saat kejadian ia sedang mandi. Tiba-tiba terdengar suara benturan sangat keras dari arah atap rumah.
“Saya kaget, lalu mengintip dan melihat atap ruang tengah sudah rusak parah. Air hujan langsung masuk dan membasahi seluruh ruangan,” ujarnya.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Adinda memilih keluar rumah karena khawatir bangunan ambruk.
“Kerugian (material) belum dihitung, yang jelas atap rusak parah,” katanya.
Kepala Dusun Lerep, Suraji, menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 13.15 WIB saat hujan lebat disertai angin kencang. Saat kejadian, di dalam rumah terdapat satu orang, sementara rumah tersebut dihuni oleh tiga orang, yakni ibu dan dua anaknya.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Setelah kejadian, kami langsung melaporkan ke pihak desa dan diteruskan ke BPBD,” jelasnya.
Petugas BPBD Kabupaten Semarang bersama warga setempat segera melakukan penanganan di lokasi. Menggunakan gergaji mesin, petugas memotong batang dan dahan pohon yang tersangkut di atap rumah.
Sementara itu, pihak PLN yang telah dihubungi sebelumnya langsung memutus aliran listrik sementara demi keselamatan selama proses evakuasi, mengingat material atap rumah terbuat dari galvalum.
Sebelumnya, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan bagi warga terdampak bencana akan mendapatkan bantuan. Ia meminta BPBD bersama camat dan Dinas Sosial melakukan asesmen di lapangan.
“Untuk bangunan rusak berat akan dibantu melalui APBD menggunakan belanja tidak terduga sebesar Rp15 juta, rusak sedang Rp10 juta, dan rusak ringan Rp5 juta,” ungkapnya.
Ngesti juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Ia menyarankan warga yang memiliki pohon besar di sekitar rumah untuk melakukan pemangkasan guna mengurangi risiko saat terjadi angin kencang dan hujan lebat.
“Kalau ada pohon yang berhimpitan dengan rumah dan membahayakan, sebaiknya dipotong atau minimal dikurangi daunnya agar beban pohon berkurang,” imbuhnya. (win)