KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pohon Petai dan Alpukat Tumbang Timpa Rumah Warga Lerep, Atap Rusak Parah

Pohon Petai dan Alpukat Tumbang Timpa Rumah Warga Lerep, Atap Rusak Parah

Pohon Petai dan Alpukat Tumbang Timpa Rumah Warga Lerep, Atap Rusak Parah

Personel BPBD Kabupaten Semarang memotong batang pohon petai yang menimpa rumah warga Lerep, Ungaran Barat, Selasa (3/2/2026) sore. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebuah pohon petai setinggi sekitar 20 meter patah dan menimpa rumah milik Mutiah, warga Dusun Lerep RT 7 RW 2, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Selasa (3/2/2026).

Sebelum roboh menimpa rumah, pohon petai terlebih dahulu menghantam pohon alpukat di dekatnya hingga keduanya ambruk ke arah bangunan. Akibat kejadian itu, atap rumah berbahan galvalum mengalami kerusakan berat. Empat ruangan terdampak, yakni ruang tamu, ruang tengah, serta dua kamar tidur.

Adinda Ananta (22), anak pemilik rumah, menuturkan saat kejadian ia sedang mandi. Tiba-tiba terdengar suara benturan sangat keras dari arah atap rumah.

“Saya kaget, lalu mengintip dan melihat atap ruang tengah sudah rusak parah. Air hujan langsung masuk dan membasahi seluruh ruangan,” ujarnya.

Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Adinda memilih keluar rumah karena khawatir bangunan ambruk.

“Kerugian (material) belum dihitung, yang jelas atap rusak parah,” katanya.

Kepala Dusun Lerep, Suraji, menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 13.15 WIB saat hujan lebat disertai angin kencang. Saat kejadian, di dalam rumah terdapat satu orang, sementara rumah tersebut dihuni oleh tiga orang, yakni ibu dan dua anaknya.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Setelah kejadian, kami langsung melaporkan ke pihak desa dan diteruskan ke BPBD,” jelasnya.

Petugas BPBD Kabupaten Semarang bersama warga setempat segera melakukan penanganan di lokasi. Menggunakan gergaji mesin, petugas memotong batang dan dahan pohon yang tersangkut di atap rumah.

Sementara itu, pihak PLN yang telah dihubungi sebelumnya langsung memutus aliran listrik sementara demi keselamatan selama proses evakuasi, mengingat material atap rumah terbuat dari galvalum.

Sebelumnya, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan bagi warga terdampak bencana akan mendapatkan bantuan. Ia meminta BPBD bersama camat dan Dinas Sosial melakukan asesmen di lapangan.

“Untuk bangunan rusak berat akan dibantu melalui APBD menggunakan belanja tidak terduga sebesar Rp15 juta, rusak sedang Rp10 juta, dan rusak ringan Rp5 juta,” ungkapnya.

Ngesti juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Ia menyarankan warga yang memiliki pohon besar di sekitar rumah untuk melakukan pemangkasan guna mengurangi risiko saat terjadi angin kencang dan hujan lebat.

“Kalau ada pohon yang berhimpitan dengan rumah dan membahayakan, sebaiknya dipotong atau minimal dikurangi daunnya agar beban pohon berkurang,” imbuhnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]