KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Polda Jateng Turunkan Ratusan Personel untuk Misi Kemanusiaan Terkait Erupsi Gunung Merapi

Polda Jateng Turunkan Ratusan Personel untuk Misi Kemanusiaan Terkait Erupsi Gunung Merapi

Polda Jateng Turunkan Ratusan Personel untuk Misi Kemanusiaan Terkait Erupsi Gunung Merapi

Gunung Merapi erupsi pada Sabtu, 11 Maret 2023 siang. Akibat erupsi Merapi, sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) diguyur hujan abu vulkanik. Foto: Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko

Semarang – Polda Jawa Tengah telah menurunkan ratusan personel dalam misi kemanusiaan terkait erupsi Gunung Merapi. Tim SAR, dapur lapangan, dan mobil SAR telah disiapkan untuk misi ini. Peralatan lain seperti kendaraan dapur lapangan, cangkul, sekop, mobil dobel kabin, dan kantong mayat juga telah disiapkan.

Menurut Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Muhammad Iqbal Alqudusy, para personel dari Brimob Batalyon A dan C Pelopor Satbrimob Polda Jateng akan dikerahkan ke beberapa lokasi, yaitu Kompi 1/C Pelopor ke Polsek Kemalang Klaten, Kompi 3/C Pelopor ke Polsek Selo Boyolali, dan Kompi 4/C ke Polres Magelang Kota.[irp posts=”55797″ ]

“Para personel juga akan mendirikan tenda di Desa Balerante, Klaten, di Selo Boyolali, dan di Kecamatan Dukuh Magelang,” kata Alqudusy.

Selain Brimob, personel dari Direktorat Samapta juga turut diturunkan. Mereka telah melakukan apel gelar pasukan dan sarana prasarana, dan tim ini akan digerakkan sewaktu-waktu ke lokasi terdampak erupsi.

Polres di wilayah terdampak juga telah melakukan berbagai aksi, seperti di Polsek Srumbung, Polsek Dukun, Polsek Ngablak, Polsek Sawangan, dan Polresta Magelang.

“Kami mengimbau penduduk di sekitar lokasi penambangan untuk segera turun dan menjauh dari Merapi,” tambah Kabid Humas.

Polri juga telah membagikan masker kepada penduduk dan membantu membersihkan timbunan abu vulkanis. Masyarakat yang berada di radius 3 kilometer dari puncak Merapi diimbau untuk segera mengungsi dan tidak beraktivitas di area tersebut. Sementara itu, masyarakat di radius 5 kilometer daerah alur sungai yang berhulu di Merapi, yakni di Sungai Bebeng dan Sungai Krasak, juga diminta untuk mengungsi demi mencegah jatuhnya korban apabila terjadi awan panas dan guguran lahar dingin.

Meskipun Gunung Merapi sudah mengeluarkan awan panas guguran, Candi Borobudur di Kabupaten Magelang tetap aman dikunjungi wisatawan karena tidak terdampak hujan abu. General Manager Unit Borobudur, Jamaludin Mawardi, mengatakan para pengunjung masih bisa menikmati keindahan Candi Borobudur dan sebagian pengunjung tetap bisa naik ke monumen tersebut.

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
[pekok2]