URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Empat orang pengeroyokan terhadap terduga penganiaya driver ojek online (ojol) bernama Hasto Priyo Wasono (54) warga Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan Semarang, hingga meninggal dunia diamankan oleh Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang dan Polsek Pedurungan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polisi Amankan 4 Orang Pengeroyokan Terhadap Terduga Penganiaya Ojol di Semarang

Polisi Amankan 4 Orang Pengeroyokan Terhadap Terduga Penganiaya Ojol di Semarang

Polisi Amankan 4 Orang Pengeroyokan Terhadap Terduga Penganiaya Ojol di Semarang

featured-img

SEMARANG – Empat orang pengeroyokan terhadap terduga penganiaya driver ojek online (ojol) bernama Hasto Priyo Wasono (54) warga Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan Semarang, hingga meninggal dunia diamankan oleh Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang dan Polsek Pedurungan.

Empat orang tersangka yang ditangkap ini masing-masing bernama Budi Warsono (45) warga Kebonagung, Kecamatan Semarang Timur, Nugroho Saputro (36) warga Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, Zaini Dahlan (47) warga Sayung, Kabupaten Demak dan Harlan warga Semarang.[irp posts=”43114″ name=”Satu Diduga Pelaku Pemukulan Ojol di Semarang Meninggal, Polisi: Dikeroyok Sesama Ojol”][irp posts=”43166″ name=”Pengakuan Salah Satu Tersangka Penganiayaan Terduga Pengeroyok Ojol di Semarang: Katanya Ada Begal”]

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, para tersangka diamankan karena telah melakukan kekerasan bersama kepada salah satu terduga pelaku pengeroyokan driver ojol di SPBU Majapahit, Pedurungan Kota Semarang yang bernama Kukuh Panggayo Utomo warga Jatisari Mijen Kota Semarang. Pria berusia 31 tahun ini dinyatakan meninggal dunia ketika mendapatkan penanganan medis di RS Bhayangkara Semarang.

“Korban pengeroyokan di SPBU Majapahit ini (atas nama Hasto) memicu solidaritas teman-temannya atau sesama rekan ojol untuk mencari siapa pelaku yang mengeroyoknya (Hasto). Kemudian pelaku yang melakukan penganiayaan ini (Kukuh) diketahui dan diamankan oleh teman-teman driver online,” ujar Irwan saat rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Selasa (27/9/2022).

“Namun sayangnya ada upaya kekerasan, ada tindakan kekerasan (oleh rekan-rekan ojol) yang mengakibatkan pelaku ini (Kukuh) meninggal dunia,” tambahnya.

Irwan menerangkan, sebelum meninggal dunia, Kukuh sempat melakukan perlawanan terhadap salah satu tersangka yang bernama Budi Warsono hingga mengalami luka sabetan pisau di tangan kanan dan pipi. Hal inilah yang diduga membuat para tersangka nekat melakukan kekerasan kepada Kukuh.

“Peristiwa ini (penangkapan Kukuh) mengakibatkan orang lain terluka yaitu Budi Warsono dalam proses penangkapan tersangka Kukuh ini terkena sabetan senjata tajam di tangan dan mulut,” paparnya.

Irwan menjelaskan kembali, kasus pengeroyokan ini bermula ketika salah satu ojol bernama Hasto dikeroyok oleh dua orang yang bernama Kukuh dan rekannya berinisial A yang masih daftar pencarian orang (DPO) di SPBU Majaphit pada Sabtu (26/9/2022) sekira pukul 16.00 WIB.

Awalnya, kedua orang itu menaiki sepeda motor dengan berbonceng tiga orang untuk mengisi bensin di Pompa nomer 5 SPBU Majapahit. Lalu di selisih jarak 3 antrian di depan Hasto, ada calon pembeli BBM dalam posisi berhenti walau antrian didepanya sudah bergerak berjarak.

Dari pemeriksaan, diketahui rekan dari Kukuh dan A yakni Agung sedang mengambil uang di mesin ATM karena tidak mempunyai uang cash untuk membayar pembelian BBM. Namun, oleh Hasto yang tidak mengetahui hal itu meminta tolong agar maju kedepan yaitu dengan kalimat ‘mas tolong maju, depan sudah longgar tuh’ dan salah satu pelaku yg memakai jaket hijau dengan tulisan Fila menjawab ‘sabar’.

“Himbauan untuk maju (dari Hasto) itulah yang kemudian memicu kemarahan pelaku untuk melakukan penganiayaan kepada Hasto,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka Zaini mengaku nekat melakukan kekerasan karena geram akan tindakan pelaku yang menganiaya rekan sesama ojolnya hingga babak belur. Dirinya pun niat membela rekan ojolnya karena mengibaratkan korban seperti ayahnya.

“Ya saya gak tega kalau ibaratkan bapak saya dianiaya seperti itu,” katanya.

Sedangkan tersangka Budi terpaksa melakukan pemukulan menggunakan helm karena berusaha membela diri ketika Kukuh mengejarnya menggunakan senjata tajam. “Dia (Kukuh) ngejar saya pakai pisau terus saya lempar helm tapi tetap kena tangan dan pipi saya,” tuturnya.

Saat ini, para tersangka dan barang bukti sudah diamankan oleh kepolisian di Mapolrestabes Semarang untuk proses lebih lanjut. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka terancam Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman penjara 12 tahun.

BACA JUGA :

Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menggelar aktivasi kemerdekaan di tujuh SPBU di Jawa Tengah dan DIY pada Senin (17/8/2026) untuk memperingati HUT ke-81 RI. Melalui program Tebus Murah Paket Sembako, masyarakat dapat membeli paket senilai Rp150 ribu seharga Rp100 ribu, sementara hasil penjualan disalurkan sebagai donasi bagi korban gempa bumi di NTT.
Semarak Kemerdekaan di SPBU, Pertamina Libatkan Veteran hingga Komunitas Ojol

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum