KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Polisi Menduga Iwan Boedi Dibunuh di Marina Sebelum Dibakar

Polisi Menduga Iwan Boedi Dibunuh di Marina Sebelum Dibakar

Polisi Menduga Iwan Boedi Dibunuh di Marina Sebelum Dibakar

SEMARANG – Pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang yang bernama Iwan Boedi Prasetijo Paulus ditemukan meninggal secara mengenaskan di CV Family Kawasan Marina Kota Semarang pada Kamis (8/9/2022) malam.

Jasad yang akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi korupsi ini, ditemukan tak utuh dalam kondisi terbakar hangus bersama motor dinasnya. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menduga korban dibunuh terlebih dahulu kemudian dibakar.[irp posts=”42642″ name=”Tim Temukan Tulang Rusuk dan Pisau yang Diduga Digunakan Untuk Membunuh Iwan Boedi”][irp posts=”42658″ name=”Polisi Dalami Motif Kasus Pembunuhan Iwan Selain Saksi Korupsi”]

Irwan juga menduga bahwa korban dibunuh di lokasi awal penemuan jasad Iwan. “Kuat dugaanmya itu dibunuh di TKP (tempat kejadian perkara). Kuat dugaannya ya,” ujar Irwan disela-sela melakukan penyisiran pencarian potongan tubuh Iwan di Marina, Kamis (15/9/2022) sore.

Meski demikian, Irwan mengaku tim Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang dan Polda Jateng masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan lokasi dibunuhnya Iwan Boedi.

“Tapi tidak menutup kemungkinan itu (pembunuhan) bisa terjadi di tempat lain,” paparnya.

Kepolisian juga sedang melakukan penyelidikan apakah tindak kejahatan ini dilakukan oleh lebih dari satu orang. Meski demikian, Irwan menegaskan pihaknya optimis bisa mengungkap kasus pembunuhan ini.

“Kami belum bisa memastikan apakah pelaku lebih dari satu atau hanya satu orang. Tetapi yang pasti kami optimis kasus ini akan segera terungkap tidak dalam waktu yang lama,” bebernya.

Disisi lain, dari hasil pemeriksaan tim Laboratorium Forensik, Iwan ternyata sudah meninggal sebelum temuan awal jasad pada Kamis (8/9) malam lalu. “Kalau secara lisan yang disampaikan (tim laboratorium forensik) kemarin sudah meninggal 7 sampai 14 hari kala itu,” imbuhnya.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]