URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sekelompok remaja diduga geng kreak berkonvoi sambil mengacungkan senjata tajam di kawasan Hortimart, Bawen, Kabupaten Semarang, Senin (27/10/2025) dini hari. Polres Semarang melalui Kasat Reskrim AKP Bodia Teja Lelana telah menyelidiki kasus ini dengan mengidentifikasi pelaku dari video viral dan kendaraan yang digunakan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polisi Selidiki Aksi Kreak Viral di Kawasan Hortimart Bawen

Polisi Selidiki Aksi Kreak Viral di Kawasan Hortimart Bawen

Polisi Selidiki Aksi Kreak Viral di Kawasan Hortimart Bawen

Sekelompok kreak beraksi di sekitar kawasan Hortimart Bawen, Senin (27/10/2025) dini hari. Foto: tangkapan layar IG info kejadian ungaran
Sekelompok kreak beraksi di sekitar kawasan Hortimart Bawen, Senin (27/10/2025) dini hari. Foto: tangkapan layar IG info kejadian ungaran
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Sebuah video yang memperlihatkan aksi sekelompok remaja berkonvoi sambil mengacungkan senjata tajam di sekitar kawasan Hortimart, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, viral di media sosial. Aksi tersebut diduga dilakukan oleh kelompok remaja yang dikenal dengan sebutan kreak.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Senin (27/10/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

“Video yang beredar itu benar terjadi di wilayah Bawen. Kami sudah mengambil langkah dengan menerbitkan surat perintah penyelidikan sejak 27 Oktober kemarin,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (29/10/2025).

Menurut Teja, polisi kini tengah mengidentifikasi para pelaku melalui kendaraan yang digunakan dan mengumpulkan berbagai bukti, termasuk video yang beredar di media sosial. Dari hasil penelusuran sementara, jumlah remaja yang terlihat dalam video tersebut sekitar 20 orang.

“Kami juga telah memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Bawen untuk mengumpulkan keterangan, termasuk dari orang yang merekam video. Semua rekaman sudah kami kumpulkan,” jelasnya.

Teja menambahkan, dari hasil penyelidikan sementara, tidak ditemukan adanya korban luka maupun pihak yang diserang. Meski aksi itu tampak seperti tawuran, namun tidak ada kelompok lawan dalam kejadian tersebut.

“Kalau kita lihat videonya memang seperti tawuran, tapi frase tawuran itu kan ada lawannya. Sementara di video tidak ada lawan, hanya membuat kegaduhan. Jadi ini lebih ke pergerakan kreak tanpa korban dan tanpa lawan,” tegasnya. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon